Close

Dipolisikan Istri pertama, Oknum Dokter Spesialis jadi Tersangka Poligami

AKP Fetrizal. Ps Kasatreskrim Polresta Bukittinggi

BUKITTINGGI, METRO–Seorang oknum dokter spesialis berstatus ASN di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak poligami karena menikah siri dengan seorang perempuan tanpa seizin istri dan pimpinan.

Ps Kasatreskrim Polresta Bukittinggi, AKP Fetrizal, Kamis (17/11) mengatakan, terlapor ditetapkan menjadi tersangka setelah adanya gelar per­kara dari pelaporan yang disampaikan oleh istri pertamanya.

“Benar, sesuai laporan dari istrinya R (51) LP nomor B.235 IX/2022 tanggal 15 September 2022, dugaan tindak poligami, dari dasar ini dilakukan penyelidikan dan penyidikan kepa­da kedua terlapor hingga hari ini dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Fetrizal.

Ia mengatakan, kedua tersangka E (52) dan pasangan nikah sirinya A (44) sudah menikah secara siri sejak 2018 dan terancam hukuman pidana hingga lima tahun penjara.

“Dugaan pasal yang kami sangkakan yaitu 279 terkait dengan poligami dengan ancaman lima ta­hun, sebelumnya tersangka E sudah memiliki anak dengan pelapor,”ujarnya.

Ia mengatakan saat ini Satreskrim Polresta Bukittinggi masih melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan dari saksi termasuk pihak RSAM. “Belum kami pastikan apakah langsung dilakukan penahanan atau tidak karena proses penyidikan masih berlanjut,”katanya.

Sementara itu, Dirut RSAM, Busril mengatakan pihaknya cukup menyayangkan dengan dijadikannya oknum dokter spesialis E ini menjadi tersangka. “Kami baru dapat kabar kemaren ya, karena sebelumnya hanya saksi. Sayang sekali karena akan berpengaruh besar terhadap layanan di RSAM, spesialisasinya sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia berharap adanya keringanan hukuman untuk tersangka agar proses pelayanan tetap terpenuhi di regional Sumbar bagian utara yang difokuskan di RSAM.

Wadir Keuangan yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir SDM RSAM, Trizayenni mengatakan pihak RSAM sudah beberapa kali memproses status tersangka sebelum dilaporkan oleh istrinya ke Kepolisian.

“Di Desember 2020, RSAM mendapat info bahwa Dokter E telah nikah siri, hal ini merupakan pelanggaran PP 45 tahun 1990 tentang izin pernikahan dan perkawinan bagi pegawai negeri sipil,”kata dia.

Ia menambahkan, di periode 2021 Dokter E dan istrinya beberapa kali diperiksa dan dimintai keterangan, terungkap saat itu Dokter E pernah meminta untuk bercerai dan mengakui sudah menikah siri dan tinggal bersama istri barunya.

“Ada pernyataan tidak puas dari Dirut RSAM saat itu sebagai tindakan disiplin dan juga sanksi penurunan pangkat satu tahun dari BKD,” pungkasnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top