Menu

Dipolisikan Gegara Sebar Video ke WAG, PH Bupati Solok: Bukan Tindak Pidana

  Dibaca : 329 kali
Dipolisikan Gegara Sebar Video ke WAG, PH Bupati Solok: Bukan Tindak Pidana
Bupati Solok Epyardi Asda melalui Penasihat Hukum (PH) angkat bicara pascadilaporkan ke Polda Sumbar oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra yang merasa nama baiknya telah dicemarkan dengan beredarnya sebuah video dalam grup WhatsApp Tukang Ota Paten TOP100.

PADANG, METRO–Bupati Solok Epyardi Asda melalui Penasihat Hukum (PH) angkat bicara pascadilaporkan ke Polda Sumbar oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra yang merasa nama baiknya telah dicemar­kan dengan beredarnya sebuah video dalam grup WhatsApp Tukang Ota Paten TOP100.

PH Bupati Solok, Su­harizal membenarkan vi­deo yang beredar WAG Tukang Ota Paten TOP 100 itu direkam oleh Epyardi Asda pada tanggal 1 Juli 2021 saat menggelar per­temuan dengan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Solok di ruangan bupati.

“Saat pertemuan itu, Epyardi Asda mend­apat­kan izin dari semua ang­gota dewan yang hadir un­tuk merekam pem­bica­raan dan mereka juga se­pakat rekaman tersebut dibagi­kan. Rekaman video itulah yang dibagikan ke WAG TOP 100 oleh Bupati Solok,” kata Suharizal ke­pa­da war­tawan, Minggu (11/7).

Ditegaskan Suharizal, tujuan kliennya mempos­ting rekaman itu untuk membersihkan namanya dari tuduhan telah meng­itervensi salah satu partai dalam mosi tidak percaya ter­hadap Ketua DPRD yang ditandatangani 27 anggota dewan.

“Video 1 menit 31 detik, dibagikan klien saya ke group WAG TOP 100. seba­gai upaya untuk mem­per­tegas bahwa tuduhan yang disangkakan ke kliennya itu tidak benar. Lagian da­lam video, bupati hanya moderator dan pembicara yang menegaskan kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Septrimen (anggota dewan fraksi Gerindra),” jelasnya.

Suharizal menilai, vi­deo yang jadi bahan aduan bukan sebuah tidak pidana sebagaimana dimaksud dalam undang-undang No­mor 11 tahun 2008 Nomor 19 tahun 2016 tentang Peru­bahan atas undang-undang Nomor 11 tahun 2008 ten­tang Informasi dan Tran­saksi Elektronik.

“Jika merujuk kepada undang-undang tersebut, ini bukanlah sebuah tindak pidana. Terlebih, rekaman video itu dibagikan ke da­lam grup yang memang dalam ranah private. WAG ini memiliki aturan teknis yang telah disepakati ter­kait dengan tata tertib ang­gotanya. Di antaranya ti­dak dibenarkan untuk me­nyebarkan konten pembi­caraan para anggota WAG TOP100 ini,” ujarnya.

Bahkan, Suharizal pun mempertanyakan dari ma­na rekaman itu didapatkan, sedangkan Dodi Hendra tidak ada di dalam WAG. Sementara anggota WAG itu adalah pejabat publik, tokoh masyarakat, akade­misi senior, anggota DPRD dan lainnya.

“Dodi Hendra tidak ada dalam grup tersebut, lantas darimana ia mendapatkan rekaman itu? Kalau Bupati Solok memang ada di da­lam WAG itu. Jadi, klien saya membagikan video itu da­lam grup yang tertutup dan terbatas. WAG ini beda de­ngan WAG lain, karena me­mang ada kesepakatan atu­ran-aturan yang harus dipa­tuhi. Kalau melanggar ada sanksinya,” jelas Su­harizal.

Terkait pelaporan yang dilakukan Dodi Hendra, Su­harizal menyerahkan ke­pada penyidik Polda Sum­bar dan kilennya siap unuk mengikuti proses hukum tersebut. Bahkan, kliennya tidak berencana melapor balik dan hanya ingin me­nyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

“Secara norma, orang tidak dilarang untuk mela­porkan orang lain ke Polisi. Jikapun laporan dihentikan, memang tidak efek kepada terlapor. Namun hingga kini bupati tidak ada ren­cana melaporkan balik,” ucapnya.

Sebelumnya,  Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda ke Direktorat Kriminal Khu­sus (Ditreskrimsus) Po­lda Sumbar terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran na­ma baik pada Jumat (9/7) sore.

Dodi Hendra melapor lantaran merasa tidak teri­ma atas postingan Epyardi Asda di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah pos­tingan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hen­dra saat dijumpai di Ma­polda Sumbar. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional