Menu

Dipenda Padang Jemput Bola, Kolektor Kelurahan Ujung Tombak PBB

  Dibaca : 1316 kali
Dipenda Padang Jemput Bola, Kolektor Kelurahan Ujung Tombak PBB
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
Adib saat memimpin apel pagi di kecamatan Padang barat

Kepala Dipenda Kota Padang Adib Alfikri memimpin apel pagi di Kecamatan Padang Barat, sekaligus memberikan sosialisasi terkait PBB, kemarin.

PURUS, METRO–Upaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terus dilakukan Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kota Padang. Kini seluruh jajaran Dipenda jemput bola dengan memberikan sosialisasi pengoptimalan pungutan PBB kepada kolektor-kolektor yang ada di kelurahan.

Kepala Dipenda Kota Padang Adib Alfikri mengatakan, sosialisasi perlu dilakukan untuk mendorong kolektor PBB di kelurahan lebih aktif. ”Kolektor kelurahan sebagai ujung tombak harus didorong agar lebih aktif melaksanakan pemungutan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku,” kata Adib dalam sosialisasi di aula kantor Camat Padang Barat, Senin (21/9).

Ia berharap, para kolektor PBB di kelurahan bisa melakukan terobosan baru untuk memaksimalkan pemungutan PAD. Salah satunya adalah memberikan pelayanan yang maksimal kepada wajib pajak melalui berbagi kemudahan akses untuk membayar pajak.

Saat ini, terang Adib, Dipenda sedang menggagas pelayanan pajak dengan mobil keliling. Para kolektor bisa mengunjungi wajib pajak ke rumah-rumah mereka pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Karena pada saat itulah Wajib Pajak (WP) berada di rumah. Dengan pelayanan ini, WP akan semakin terbantu karena mereka tak perlu repot repot mengantarkan dan menyediakan waktu khusus untuk menyetorkan pajak.

”Sebenarnya masyarakat itu bukan tak mau membayar pajak. Tapi terkadang mereka tak punya waktu untuk itu, tempatnya jauh, prosedur agak sulit. Dengan kita jemput bola, tentu mereka akan sangat terbantu sekali,” sebut Adib dalam diskusi dengan seluruh kolektor PBB pada 10 kelurahan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Padang Barat.

Untuk bisa merealisasikan target pajak yang cukup tinggi, para kolektor, terang Adib, perlu merubah mindset bahwa wajib pajak itu harus dilayani dengan baik. Tentunya, komunikasi positif harus senantiasa ditingkatkan. Sehingga, wajib pajak tidak merasa terbebani membayar pajak. ”Pola-pola pendekatan yang baik tentunya akan memudahkan tugas kita dalam memungut pajak pada masyarakat,” terang dia.

Camat Padang Barat Alfian, berharap sosialisasi tentang pemaksimalan pemungutan PBB oleh Dipenda Padang diharapkan bisa merubah paradigma dan mindset semua kolektor untuk maksimal dalam memungut pajak. Saat ini terang dia, Kecamatan Padang Barat memiliki target PBB terbesar jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya, yakni sebesar Rp2,6 miliar. Dan, sampai September ini realisasinya sudah mencapai 67 persen.

PBB dipungut dari 10 kelurahan yakni, Beroknipah, Kampung Pondok, Belakang Tangsi, Olo, Kampungjao, Padangpasir, Purus, Ujunggurun, Rimbokaluang dan Flamboyan Baru. Dari 10 kelurahan tersebut, yang paling tinggi realisasinya adalah Kelurahan Olo (77,9 persen) dari total target Rp419 juta.

”Kita berharap realisasi PBB Padang barat ini paling tinggi di Kota Padang,” ujar Alfian. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional