Menu

Dipecat dan Dipolisikan, Oknum Pegawai KPK Curi Emas 1,9 Kg dari Barang Bukti

  Dibaca : 95 kali
Dipecat dan Dipolisikan, Oknum Pegawai KPK Curi Emas 1,9 Kg dari Barang Bukti
PECAT PEGAWAI—Ketua Dewan Pegawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (tengah) bersama Dewan Pengawas KPK lainnya menyatakan memecat oknum pegawai KPK yang mencuri emas barang bukti dan juga melaporkan ke Polisi.

JAKARTA, METRO
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan karyawannya berinisial IGAS melakukan pencurian barang bukti kasus korupsi yang menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Tak tanggung-tanggung, benda yang dicuri berupa emas seberat 1.900 gram atau 1,9 kg.

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, institusi telah mengambil langkah tegas atas kasus ini. IGAS langsung dikenakan pemecatan atas pencurian ini.

“Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman, berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat,” ujar Tumpak di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/4).

Tumpak mengatakan, pemecataan ini dilakukan usai KPK menggelar sidang kode etik terhadap IGAS. Hasilnya, pelaku yang menjabat sebagai Satgas di KPK ini terbukti melakukan pencurian barang bukti kasus korupsi.

“Kebetulan yang bersangkutan sebagai anggota satgas yang ditugaskan menyimpan, mengelola barang bukti yang ada pada Direktorat Labuksi yang ada di KPK,” imbuhnya.

Kepada KPK, pelaku mengaku berani mencuri emas tersebut karena terlilit utang. Memang hasil curian itu kemudian digadaikan oleh pelaku, uangnya dipakai untuk melunasi utang-utangnya.

“Sebagian dari barang bukti yang sudah diambil ini, yang dikatagorikan pencurian atau penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan dana untuk bayar utang-utangnya,” ujar Tumpak.

Dipecat dan Dipolisikan
Tumpak Hatorangan Pangbean menegaskan, selain memecat karyawan KPK berinisial IGA karena terbukti mencuri emas 1,9 kg dari barang bukti kasus korupsi, IGA juga telah dipolisikan untuk diproses secara hukum pidana.

“Telah dilaporkan ke pihak Polres Jakarta Selatan dan yang bersangkutan pun sudah diperiksa oleh penyidik polres beserta saksi dari sini,” kata Tumpak.

Tumpak menuturkan, sidang kode etik yang berujung pemecatan IGA tidak semata-mata menghapuskan kasus pidana yang terjadi. Sehingga, KPK melaporkan IGA ke Polres Metro Jakarta Selatan. “Karena ini sudah pidana, maka disampaikan ke Kepolisian dan karena ini merupakan pelanggaran etik maka disidangkan tadi putusannya oleh dewas etik jadi kami tidak campur soal pidana,” pungkas Tumpak. (jpg)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional