Menu

Dinsos Sumbar Atasi Kerawanan Sosial, Buka Akses Wisata dengan Bhakti Sosial

  Dibaca : 74 kali
Dinsos Sumbar Atasi Kerawanan Sosial, Buka Akses Wisata dengan Bhakti Sosial
Kadinsos Sumbar Jumadi bersama Gubernur Mahyledi dan Wagub Audy Joinaldy saat bakti sosial membuka akses jalan objek wisata Aia Tajun Ngungun Nagari Anduriang Kecamatan 2x11 Kayu Tanam Padangpariaman.

BHakti Sosial 2021 Taruna Tanggap Bencana (Tagana) se-Sumbar di Aia Tajun Ngungun Nagari Anduriang Kecamatan 2 x11 Kayu Tanam Kabupaten Padangpa­riaman membuka akses jalan me­nuju objek wisata Air Terjun Ngu­ngun, yang diharapkan bisa mene­kan angka kerawan sosial. Kegiatan yang digelar di Bidang Linjamsos Dinas Sosial Sumbar tersebut diharapkan dapat mengembangkan destinasi wisata. “Ini  bukti bahwa Dinas Sosial Sumbar kerjanya bukan hanya memberikan bantuan tetapi juga bisa berinovasi mem­berikan solusi bagi penanggu­langan kerawanan sosial di daerah dengan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pembukaan jalan ke destinasi wisata baru,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi,  Rabu (16/6).

Dikatakan perekonomian yang bergerak akibat adanya akses jalan ke destinasi wisata baru itu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki pen­dapatan memadai, bisa membuka usaha baru seperti berjualan atau menjadi guide. UMKM baru bisa berdiri dan mendorong roda pere­konomian daerah semakin berputar kencang, sehingga persoalan kera­wanan sosialpun berpotensi untuk teratasi.

Namun, kegiatan itu tidak boleh hanya terputus selama Bhakti Sosial saja. Tapi harus ada koordinasi dengan Dinas Pariwisata Padang­pariaman untuk mengembangkan destinasi itu menjadi layak untuk dikunjungi, mungkin dengan me­leng­kapi sarana dan prasarana.

Tanpa campur tangan Dinas Pariwisata yang memiliki ke­wena­ngan untuk pengembangan desti­nasi, Air Terjun Ngungun yang telah dibukakan akses jalan itu bisa terlupakan kembali. Sehingga efek positif yang diharapkan tidak ter­capai. “Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) memang tidak bisa berdiri sendiri dalam melaksanakan semua program, karena itu harus bersinergi dengan OPD lain agar tujuannya ter­capai dengan mak­simal,” kata Mahyeldi.

Koordinasi juga bertujuan untuk menya­makan visi agar tidak ada ke­giatan yang sa­ling berten­ta­ngan dengan OPD yang lain. Selain manfaat yang bisa dibe­rikan kepada masyarakat, Gu­­bernur me­nilai Bhakti So­sial harusnya ju­ga diman­faatkan sebagai ajang untuk me­ningkatkan kemampuan ta­gana dalam hal mitigasi kebencanaan.

Peningkatan kemampuan itu bisa dilakukan dengan menggelar kompetisi antara Tagana dari ma­sing-masing kabupaten dan kota. Dengan kompetisi, Tagana akan terpacu untuk bisa menjadi yang terbaik. Otomatis kemampuan akan terasah semakin baik, sehingga bisa selalu siap untuk menyikapi segala kemungkinan bencana baik yang bisa diprediksi maupun tidak. “Pemenang kompetisi ini nanti diberikan reward. Ini juga bisa mendorong bupati dan wali kota untuk meningkatkan kemampuan Tagana daerahnya,” ujar gubernur.

Kadis Sosial Sumbar Jumadi mengatakan, kegiatan itu diikuti 80 orang Tagana dari kabupaten dan kota se-Sumbar. “Bhakti Sosial ini dalam kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, pengurangan risiko bencana dalam program perlin­dungan dan jaminan sosial dengan melakukan kegiatan Pengerahan Petugas Perlindungan Sosial,” kata Jumadi.

Dikatalan, dalam kegiatan itu ada beberapa agenda kegiatan yang dilakukan diantaranya gotong royong membersihkan dan mem­buka jalan ke Ngungun Korong Lubuak Aua Nagari Anduriang Padangpariaman mulai dari jalan masuk hingga ke lokasi ditambah dengan memasang rambu dan memasang beronjong di sungai yang tergerus.

Kemudian sosialisasi kesiap­siagaan dan mitigasi bencana di em­pat sekolah melalui kegiatan Tagana Masuk Sekolah. Kegiatan itu mem­berikan pencerahan dan pembe­kalan dalam memantapkan kapasi­tas SDM kebencanaan mela­lui ma­teri kajian agama, peran kea­rifan lokal dan optimalisasi peman­faatan alat komunikasi dalam rangka ke­siapsiagaan dan mitigasi ben­cana.

Kemudian pertolongan pertama gawat darurat, simulasi pema­sangan tenda dan cara memasak makanan siap saji. Dalam kegiatan itu juga dilakukan apel kendaraan oprasional yang menunjukkan bahwa tagana siap turun langsung ke daerah bencana. “Saat ini di Sumbar sudah ada 24 kampung siaga bencana. Diharapkan ke depan akan terbangun di 19 kabu­paten dan kota,” kata Jumadi.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy itu juga diserahkan secara simbolis Bansos pembukaan jalan dan logistik pada kabupaten dan kota dengan nilai sekitar Rp80 juta.

Turut hadir, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Sumbar Irwan Basir Dt Rj Alam, SH, MM, Kasi Perlin­dungan Sosial Korban Bencana Alam Iskandar, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Andra Rizki, Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Keluarga Nanan Suryana dan Kadis Sosial 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar dan  kepala UPTD di lingkungan Dinsos Sumbar. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional