Close

Dinkes Kota Solok Kunjungi Siak, Adopsi Inovasi Posyandu Tanggulang Stunting

FOTO BERSAMA—Rombongan Dinas Kesehatan Kota Solok foto besama dengan Dinkes Siak saat mengunjungi Posyandu Nusa Indah Kampung Merangkai.

SOLOK, METRO–Dalam rangka penanggulangan stunting, Dinas Kesehatan Kota Solok melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sebab Kabupaten Siak menjadi lokasi lokus prioritas penanganan stunting pada tahun 2021, desa yang menjadi lokus dipilih secara bertahap hingga tahun 2022 ini karena predikat nol stunting.

Dalam melaksanakan aksi konvergensi stunting terutama pada aksi 3 rembuk stunting, Kabupaten Siak sudah melibatkan berbagai stakeholder atau pemangku kepentingan termasuk perusahaan-perusahaan yang berlokasi di wilayah tersebut.

Kabid Kesmas Dinkes Kota Solok, Hartini mengatakan dari kunjungan bersama para Kader Posyandu ini akan diadopsi inovasi yang ada di Posyandu Nusa Indah Kampung Merangkai.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan menghimpun sumbangan dari masyarakat baik itu berupa sumbangan uang sebesar Rp2.000/KK/bulan, ataupun berupa logistik berupa madu/telur ayam kampung sebanyak masing-masing 100 sachet/butir setiap bulannya yang nantinya akan dialokasikan kepada ibu hamil ataupun Balita di Posyandu.

“Dengan adanya inovasi ini, Posyandu Nusa Indah mampu menuntaskan zero kasus stunting. Selain itu juga karena tenaga kesehatan dan Pemda setempat termasuk juga masyarakat sudah bersinergi dalam upaya pemenuhan segala bentuk intervensi spesifik terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan,” sebut Hartini.

Kepala Bappeda Kabupaten Siak selaku Ketua Forum CSR dalam hal ini menghimpun setiap perusahaan-perusahaan terkait termasuk juga LSM/NGO nasional maupun internasional sehingga Kabupaten Siak sudah berkolaborasi membentuk tim terpadu pada setiap langkah dalam penanganan dan penanggulangan stunting di wi­layahnya.

Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Siak, Rois Marsela menyampaikan salah satu upaya Pemkab Siak untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi. “Pe­ngembangan dari perusahaan/OPD terkait adalah dengan memberikan penghargaan ataupun sertifikat pada perusahaan yang turut memberikan kontribusi dalam penanganan stunting, dan pada desa yang kasus stuntingnya sudah tidak ada,” paparnya. (megi/vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top