Close

Dinilai Sejalan dengan Program Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah, Bupati Eka Putra Apresiasi Mukhayam Al Quran Lintau Buo

FOTO BERSAMA—Bupati Tanahdatar Eka Putra foto bersama para santri.

TANAHDATAR, METRO–Mukhayam Al Qur’an merupakan kegiatan pemusatan bagi santriwan dan santriwati dalam me­ningkatkan hafalan Al Qur­’an merupakan sebuah ke­giatan yang sejalan de­ngan Program Pemerintah Daerah (Pemda) yakni Program Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah, tentu harus diberi apresiasi dan du­kung bersama.

Hal ini disampaikan Bupati Tanah Datar Eka Putra saat menutup kegiatan penutupan Mukhayam Al Qur’an se Kecamatan Lintau Buo, Minggu (17/7) di Masjid Raya Buo Kecamatan Lintau Buo yang turut dihadiri Ketua Forum Komunikasi Rumah Tahfidz (FKRT) Tanah Datar Afrizon, Ketua Baznas Tanah Datar Yasmansyah, Camat Lintau Buo Afrizal, Forkopimca dan Wali Nagari Buo Yulkusmayanto, Ketua KAN Buo, BPRN dan unda­ngan lainnya.  “Saya me­nyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang menggagas kegiatan ini, karena sejalan dengan Program Satu Rumah Satu Ha­fiz/Hafizah yang telah diluncurkan Pemerintah Daerah,” kata Eka.

Seperti telah sampaikan di beberapa kegiatan lainnya, tambah Bupati, Program Satu Rumah Satu Ha­fiz/Hafizah merupakan program jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang nantinya bakal menjadi generasi penerus ke­pe­mimpinan yang hafal Al Qur’an.

“Program ini bertujuan agar nantinya 15 sampai 20 tahun mendatang, seluruh sektor diisi oleh orang-o­rang hafiz Al Qur’an, baik itu dokter, guru, polisi bahkan Bupati dan Wakil Bupati adalah penghafal Al Qur­’an, sehingga keberkahan Allah SWT dan Kabupaten Tanah Datar Madani bisa semakin kita rasakan,” katanya.

Tidak itu saja, tambah Bupati, kemuliaan bagi pa­ra hafiz/hafizah tidak hanya di mata Allah SWT saja, namun Pemerintah Darrah juga akan memprioritaskan rumah yang ada hafiz/hafizahnya akan diprioritaskan untuk memperoleh bantuan pemerintah.

“Pemerintah Daerah su­dah memasang stiker hafiz/hafizah di rumah yang ada penghafal Al Qur’an, itu sebagai tanda bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan yang ada di rumah itu bantuan sosial ataupun bantuan lainnya yang menjadi program peme­rintah daerah,” ujarnya.

Namun, kata Eka, tantangan generasi muda semakin berat ke depannya, terutama dalam meng­hadapi kemajuan teknologi, salah satunya handphone pintar.  “Banyak tontonan dan perilaku negatif tersaji di handphone pintar yang bisa merusak moral generasi muda kita, inilah tugas Bapak dan ibuk semua mengawasi dan membatasi anak-anaknya memakai alat itu, agar tidak terkontaminasi dan me­lakukan perilaku negatif seperti narkoba dan LGBT,” tukasnya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top