Menu

Dinilai bakal Buat Pengunjung Sepi di pasar raya, Penerapan Plang Parkir Ditolak

  Dibaca : 186 kali
Dinilai bakal Buat Pengunjung Sepi di pasar raya, Penerapan Plang Parkir Ditolak
SAMPAIKAN ASPIRASI— Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Raya menyampaikan aspirasinya terkait penolakan penerapan plang parkir di Pasar Raya.

PASAR RAYA, METRO
Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Raya Padang menentang dan menolak pengelolaan perparkiran oleh pemodal (investor) di kawasan Pasar Raya yang akan direncanakan Pemko Padang.

Pendamping Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Raya Padang, David Yusak Pingah mengatakan, Pasar Raya Padang merupakan sentral ekonomi kerakyatan yang memiliki nilai dan eksistensi kedaerahan yang menjadi potensi strategis sebagai pusat perdagangan di Kota Padang dan Sumatera Barat.

“Kami menolak rencana Pemko yang akan memakai sistem gerbang masuk dan keluar. Hal ini akan mempersempit ruang gerak pengelolaan parkir yang sudah merintis dan berpengalaman berpuluh tahun di Pasar Raya Padang yang selama ini aman dan tidak ada gesekan dengan pihak manapun. Baik dari keamanan maupun ketertiban,” ujar David didampingi puluhan anggota Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Raya Padang, Selasa (4/8).

David menjelaskan, belum lagi kebiasaan pengunjung/pembeli pasar yang cenderung berkeliling dan berpindah- pindah mencari kebutuhannya. “Akibat sistem plang yang dipakai akan berimbas pengunjung enggan berbelanja ke Pasar Raya, sehingga berimbas kepada pendapatan pedagang. Sama-sama kita ketahui situasi saat ini serba susah orang sudah jangan dibikin susah lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Raya Padang, Momon mengungkapkan, jangan sampai Pemko Padang menghilangkan dan mengesampingkan kearifan lokal yang sudah ada di Pasar Raya. Sebab, secara historis ada beberapa kekhususan yang dimiliki Pasar Raya Padang.

“Sntara lain, seperti lokasi adabiah yang menjadi icon pedagang sayur dan barang mudo, pedagang daging identik dengan daerah Solok, pedagang ikan daerah Padangpariaman, dan buah-buahan kebanyakan orang Batusangkar, ini telah menjadi potensi selama ini. Secara keakraban itu telah berbaur tanpa konflik dan berkelompok termasuk juga dalam hal mengelola lahan parkir,” ungkap Momon.

Ia menegaskan, selama ini petugas parkir dilengkapi identitas yang lengkap seperti ID card dan rompi dari Dinas Perhubungan Kota Padang, Parkir yang dikelola resmi bukan liar.

“Jangan sampai kebijakan atau rencana Pemko ini kelak menjadi konflik yang telah selama ini terjalin harmonis antar komunal di Pasar Raya Padang. Terlebih dampaknya juga akan membuat pedagang dirugikan akibat sepinya pembeli dan banyak petugas parkir ini yang akan kehilangan mata pencarian,” ungkapnya.

Selain itu, kata Momon, sistem plang yang dipakai akan dikenakan parkir per-jam seperti mall atau pusat perbelanjaan modren ini. “Ini jelas tidak cocok dan berakibat orang enggan pergi berbelanja ke Pasar Raya. Yang lebih miris lagi, hingga saat ini kami tidak ada dibawa untuk berembuk atas kebijakan yang akan dilakukan ini. Kami lihat plang dan alat-alatya sudah berdatangan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang, Andree H Algamar mengatakan, rencana pengelolaan sistem plang parkir bukan kewenangan Disdag Padang.
Melainkan dikelola Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM). “Jadi itu bukan gawe Disdag Padang. Setahu saya itu baru akan diuji coba,” ujar Andree.

Terkait belum ada koordinasi, Andree mengatakan, Disdag akan melakukan mengkoordinasikan Aliansi Masyarakat Peduli Peduli Pasar Raya Padang dengan Perumda PSM. “Untuk itu, nanti akan ada duduk bersama PSM dan pengelolaan parkir yang sebelumnya terkait persoalan ini,” sebutnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Perumda PSM, Popy Irawan membenarkan akan dibangun plang masuk antara Blok II dan Blok III. “Kita sudah ada kerjasama dengan Disdag Padang. Kita sudah beroperasi juga sejak November lalu di Blok III. Kita telah memakai sistem parkir yang terkomputerisasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini masih rencana akan dilakukan ujicoba. Mengenai pihak-pihak yang parkir yang terlibat di kawasan ini, ia telah melakukan komunikasi langsung,
“Bersinergi bukan dihilangkan, artinya sama-sama membangun dan menata parkir di Pasar Raya. Tidak ada niat kami untuk mengesampingkan pedagang. Jadi kita menata di Blok II dan Blok III. Selain itu, sistem yang dipakai tidak perjam tetap flat (tetap) roda dua berkisar Rp2 ribu dan roda empat Rp4 ribu,” bebernya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional