Menu

Dinas Pangan Awasi Keamanan Pangan Segar

  Dibaca : 99 kali
Dinas Pangan Awasi Keamanan Pangan Segar
PASAR RAYA SOLOK— Sesudut pemandangan suasana aktivitas perekonomian di Pasar Raya Solok.

SOLOK, METRO
Tim Terpadu Pengawasan Keamanan Pangan (TPKP) Kota Solok melakukan pengambilan sampel pangan segar di Pasar Raya Solok. Langkah ini dalam upaya pengawasan keamanan pangan segar yang beredar di pasar yang ada di Kota Solok. Sehingga masyarakat terhindar dari pangan yang terkontaminasi insetisida dan bahan berbahaya lainnya.

Menurut Kepala Dinas Pangan Kota Solok, Kusnadi mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah antisipasi terhadap bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Diharapkan jangan sampai karena kondisi pandemi Covid-19, masyarakat lengah terhadap keamanan makanan yang di konsumsi.

“Komoditi yang diambil adalah sampel sayuran, ikan dan ikan kering. Untuk sampel sayuran, komoditas yang diambil adalah cabe merah Jawa dan cabai merah lokal, tomat, tombak bawang, wortel, bawang prei, kol, sawi dan bawang merah. Masing-masing sampel berasal dari Kabupaten Solok, kecuali cabe merah dari Pulau Jawa,” ujar Kusnadi.

Untuk sampel sayuran dilakukan uji residu pestisida, sedangkan untuk ikan dan ikan kering dilakukan uji formalin. Berdasarkan hasil uji sampel tersebut, di dapat hasil untuk sampel sayuran segar negatif kecuali sawi yang berasal dari Kabupaten Solok karena positif pestisida. Sementara untuk hasil uji sampel ikan dan ikan kering didapatkan hasil negatif uji formalin. Selain itu, Dinas Pangan juga akan mengirim sampel sayuran ke Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, namun untuk hasilnya menunggu hingga satu minggu.

Khusus untuk sampel sayuran yang belum terdateksi namun berasal dari lokasi yang tinggi aktivitas semprot pestisida, yaitu komoditas cabe merah dan tombak bawang yang berasal dari Alahanpanjang, Kabupaten Solok. Untuk komoditas sawi tidak dikirim ke Laboratorium Provinsi Sumbar karena sudah terdeteksi dan positif. “Uji sampel ini akan kami lakukan secara berkala, untuk mengontrol bahan pangan agar aman, bebas pestisida dan formalin. Begitu juga dengan petani, kami harapkan lebih bijak dalam mengunakan pestisida untuk membasmi hama,” ungkapnya.

Menurutnya, pestisida merupakan racun untuk membunuh hama dan binatang. Mengkonsumsi pestisida dapat berakibat buruk bagi kesehatan diantaranya mengakibatkan gangguan reproduksi, gangguan kehamilan dan perkembangan janin, resiko purbertas dini/hormon, kanker dan lainnya.

Cara antisipasi dini dari pestisida adalah dengan mencuci sayuran dan buah hingga bersih, atau ditambah dengan larutan baking soda. Sedangkan untuk ikan yang sudah terindikasi formalin, tidak ada jalan lain selain tidak mengkonsumsi ikan tersebut. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional