Menu

Dilarikan Dukun, Mahsiswi UNP Trauma dan Dirawat di RS, Diduga Mengalami Pemerkosaan

  Dibaca : 258 kali
Dilarikan Dukun, Mahsiswi UNP Trauma dan Dirawat di RS, Diduga Mengalami Pemerkosaan
ilustrasi

PESSEL, METRO–Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial VR yang sempat dilaporkan dibawa kabur oleh dukun kampung, ternyata saat ini kondisinya mengalami trauma berat. Bahkan, mahasiswi tersebut dirawat di rumah sakit ka­rena adanya infeksi di tu­buh wanita berusia 22 ta­hun tersebut.

Kakak VR berinisial F mengatakan, pas­cake­ja­dian itu, adiknya terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Bunda BMC Padang untuk menjalani perawatan medis. Pasalnya, adiknya itu selain mengalami trau­ma berat juga ada infeksi pada tubuhnya yang harus mendapatkan penanganan serius.

“Iya, sejak kamarin siang dirawat. Sementara kata dokter (ada) infeksi rahim dan saluran kemih.  Saat ini kondisi adik saya sadar, namun sering mu­rung. Bahkan, setiap ber­bicara dengan seseorang selalu menetaskan air ma­ta,” ungkap F ketika dihu­bungi wartawan, Jumat (30/7).

Menurut F, pihak ke­luar­ga tidak terima dengan kondisi VR yang seperti ini. Sehingga, pihak keluarga memutuskan untuk mem­buat laporan terhadap du­kun kampung berinisial C tersebut atas adanya du­gaan pemerkosaan serta pengelapan.

“Kami laporkan pemer­ko­saan dan pengelapan se­peda motor. Sampai se­karang keberadaan sepeda motor (yang dibawa V) belum diketahui. Adik saja trauma, kalau bicara sama orang selalu menangis,” jelasnya.

Diduga Mengalami Pemerkosaan

Lembaga swadaya ma­sya­rakat (LSM) peduli pe­rempuan Women’s Crisis Center Nurani Perempuan yang sudah memintai kete­rangan dan pemeriksaan ter­hadao keluarga VR, men­duga adanya tindakan pe­­mer­kosaan sepanjang dibawa pria disebut dukun terse­but. Terdapat ada tindakan paksaan yang dialami.

 “Kita masih belum bisa menggali keterangan VR lebih dalam. Hal ini lan­taran kondisi trauma dan mendapatkan perawatan medis. Kami baru kemarin ketemu V (panggilan kor­ban), melihat kondisinya dalam kesakitan tentu be­lum bisa diajak ngobrol. Ka­mi masih mendalami, si­tuasi kondisi belum stabil,” kata Direktur Women’s Crisis Center Nurani Perem­puan, Rahmi Merry Yenti.

Dikatakan Merry, saat V dimintai keterangan oleh penyidik dalam berita aca­ra perkara (BAP), korban V mengakui adanya tindakan pemerkosaan dan pemak­saan. “Itu sesuai kete­rangan V saat di-BAP, keti­ka itu didampingi juga sa­ma ibunya. Sampai juga di­sebutkan ada tindakan pe­maksaan, V diperlakukan tidak wajar,” ujarnya.

Didampingi 3 Pengacara

Tiga pengacara yang berasal dari Rumah Ban­tuan Hukum (RBH) ikut mem­berikan dukungan de­ngan mengawal kasus ma­ha­siswi UNP berinisial VR (22) yang sempat menjadi perhatian publik tersebut, karena dibawa kabur oleh pria berinisial C yang telah beristri. Apalagi, pria itu disebut-sebut sebagai du­kun kampung.

“Kami mendapat kuasa dari V (panggilan) dan keluarga. Ini terkait du­gaan pemerkosaan dan pengelapan berupa satu unit sepeda motor,” kata salah seorang penasehat hukum VR, Jefrinaldi ber­sama Gusman, dan Sonny Dali Rakhmat, Jumat (30/7).

Jefrinaldi mengatakan, pihaknya telah berkoor­dinasi dengan kepolisian terkait yang dialami klien­nya. Saat ini, kasus ter­sebut ditangani Unit Pela­ya­nan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pesisir Selatan.

“Kami sudah ke Polsek Lengayang. Kami koor­dinasi dan menanyakan perkembangan laporan. Kasus telah dilimpahkan ke polres karena unit PPA tidak ada di polsek,” jelas­nya.

Jefrinaldi menyebutkan pihaknya juga mengg­an­deng lembaga swadaya ma­syarakat peduli perem­puan yakni Women’s Crisis Center Nurani Perempuan. Karena kliennya sangat tertekan akibat kasus ini.

“Bahkan V juga sakit. Sekarang dilarikan ke rumah sakit. Dari Nurani Perempuan didapat ada tindakan yang luar biasa yang dilakukan pelaku C ini terhadap V,” jelasnya.

Polisi Masih Penyelidikan

Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, AKP Hen­dra Yose. Sampai saat ini, pihaknya masih men­da­lami dengan melakukan pe­nyelidikan terkait kasus pemerkosaan yang di­ala­mi oleh korban V sesuai de­ngan laporan yang su­dah dibuat oleh pihak ke­luarga V.

“Masih tahap lidik. La­po­ran masalah pemer­ko­saan. Kami tindaklanjuti. Kita juga telah melakukan visum terhadap mahasiswi yang menjadi korban. Jika terbukti, maka akan dipro­ses hukum terhadap pria yang membawa kabur,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus VN ini sempat menjadi per­hatian masyarakat Sumbar lantaran dinyatakan hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN). Dan, keluarga menyebutkan pria berinisial C yang diba­wa kabur merupakan du­kun kampung.

Pasca dinyatakan hi­lang sepekan, VN muncul lewat video tiktok yang menyatakan bahwa ke­per­giannya dari rumah atas kemauan sendiri. Bahkan upaya itu lantaran menga­ku saling sayang dengan pria yang disinyalir telah memiliki istri.

Tak hanya itu, dalam video mahasiswi ini juga menyebutkan telah me­langsungkan pernikahan sehari setelah dinyatakan hilang atau 14 Juli 2021 sekitar pukul 22.00 WIB. Pernikahan itu berlangsung di Kayu Aro, Kerinci. (tim)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional