Close

Dilarikan Bunian, Wanita 69 Tahun Ditemukan Penuh Luka

ilustrasi orang bunian
ilustrasi

PADANG, METRO–Lebih dari 15 hari menghilang, Bainar (69) yang dilarikan orang bunian di Bukit Batu Tagak Sungai Lareh, Kelurahan Sungai Lareh, Kecamatan Kototangah akhirnya ditemukan, Sabtu (19/3) pagi kemarin. Saat ditemukan, Bainar ditemukan dalam kondisi lemah dan tubuhnya dipenuhi luka lecet di sebuah pondok ladang milik warga yang ada di lereng bukit tersebut.

Ditanyai oleh warga, Bainar tampak seperti orang linglung. Pandangannya menerawang, pikirannya nanar. Tubuh tuanya pun terkulai lemah dan tidak bisa banyak bergerak. Sesekali, tatapannya tajam kearah bukit dan sesekali dia juga seperti orang ketakutan. Namun, warga masih tetap berusaha mencari keterangan dari Bainar. Kemana dia pergi selama hilang?

“Tadi kami berusaha menanyainya. Namun, tidak ada jawaban yang didapat. Dia hanya sering menghela napas panjang saat ditanyai,” papar Yenti (45), salah seorang anggota keluarga korban.

Menurutnya, selama hilang Bainar hanya berada di sekitar bukit saja dan tidak pernah jauh dari lokasi tersebut. Bahkan, saat pencarian Bainar pun sempat melihat tim SAR, tapi tubuhnya tidak juga ditemukan. “Kami tanya, apakah saat itu dia melihat orang-orang yang mencarinya, dia mengangguk,” tutur Yenti.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, penemuan Bainar ini pertama kali oleh seorang peladang yang bernama Zainal (65). Saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, Zainal berencana menuju ke ladangnya untuk panen. Kemudian, ketika masuk ke pondok ladangnya, dia terkejut melihat seorang perempuan tua tertidur. Didekati, dia ternyata Bainar, yang hilang sejak 15 hari lalu.
“Saya tidak menyangka itu Bainar. Makanya, saya langsung menelpon beberapa orang warga yang ada di bawah dan menyuruh mereka menghubungi petugas SAR untuk melakukan evakuasi terhadap Bainar,” ucapnya kemarin.

Tidak lama, petugas Basarnas Kota Padang, anggota FKSB Kelurahan dan Kecamatan, Polisi dan warga sekitar langsung memadati lokasi dan membantu membawa tubuh Bainar yang sudah sangat letih ke rumahnya. “Untunglah dia masih selamat. Dia langsung dibawa ke rumah untuk diberi perawatan,” kata Zainal.

Ketua FKSB Kota Padang, Zulkifli membenarkan tentang penemuan orang hilang tersebut. usai ditemukan oleh peladang, Bainar langsung dijemput oleh petugas Basarnas, FKSB, polisi dan warga ke pondok ladang tersebut. Dengan menggunakan tandu, wanita tua itupun dibawa ke rumahnya untuk diberi perawatan.

“Dia langsung dievakuasi dan diberi perawatan intensif. Sejauh ini, korban ini hanya mengalami luka lecet sedikit dan keletihan. Dia selamat,” tutur Zulkifli.

Sementara, Kapolsek Kototangah, Kompol Jon Hendri juga membenarkan tentang penemuan orang hilang tersebut. Saat ada laporan masyarakat tentang temuan itu, anggota Babinkamtibmas langsung ke lokasi. Petugas langsung mengamankan lokasi dan membantu tim untuk evakuasi korban ke rumahnya.  “Dengan ditemukannya korban, setidaknya kita bisa bernapas lega. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi orang hilang misterius di kawasan tersebut,” tuturnya.

Menurut cerita warga sekitar, mungkin Bainar dilarikan orang bunian. Karena, dalam jangka waktu 17 tahun, sudah tiga orang yang hilang secara misterius di tempat itu. Sebelumnya, anak Bainar yang paling bungsu bernama Thamrin dan saat itu berusia 15 tahun menghilang di lokasi yang hampir berdekatan. Kemudian, pada tahun 2013, pria berumur 45 tahun bernama Jahar juga menghilang di sungai kecil di dekat lokasi.

Hilangnya Bainar 15 hari lalu berawal saat dia tak pulang di sore hari. Kala itu, Bainar terlihat berjalan ke arah mudiak (atas) jalan dan sempat tertidur di pohon durian di pinggir jalan raya Sungai Lareh tersebut. “Amak biasonyo jarang kalua rumah, bajalan se baliau alah payah. Tapi, patang memang urang di ateh mangecek pernah nampak amak takalok di bawah batang durian,” ucap Salmiati, anak korban.

Mendengar kabar tersebut, Salmiati langsung mencari sang ibu bersama anggota keluarganya yang lain hingga ke Bukit Batu Tagak, yang disebut warga sekitar dengan bukit mistis. Namun, pencarian mereka nihil, jangankan pakaian, jejak kakinya saja tidak terlihat. “Akhirnya, malamnya kami langsung melapor kepada petugas Basarnas Kota Padang untuk ikut melakukan pencarian,” papar Salmiati.

Terpisah, Neli Aida, warga sekitar menduga kalau Bainar ini dilarikan si bunian. Disebutnya, korban ini adalah orang ketiga yang hilang secara misterius di kawasan tersebut. Wanita yang juga anggota siaga bencana Kelurahan Lubukminturun ini menyebut, warga sekitar memang agak takut, sebab seringnya orang hilang secara misterius di kawasan itu.

Di tempat lain, Yenti (40), salah satu warga yang tinggal tepat di lereng Bukit Batu Tagak tersebut juga menuturkan kerap melihat sosok pria besar dengan setelan kemeja layaknya orang selesai nikah. Sosok tersebut selalu terlihat pada malam hari dan kerap berdiri di pinggir jalan, bahkan masuk hingga ke rumah. “Sehari sebelum mak Bainar ini hilang, saya sempat melihat sosok tersebut berdiri di kedai yang tengah saya bangun. Sosok itu hanya diam berdiri dan setelah itu hilang,” ucapnya. (age)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top