Menu

Dilarang ”Tampil” di Baliho, Iklan Rokok Ramai di Warung-warung

  Dibaca : 165 kali
Dilarang ”Tampil” di Baliho, Iklan Rokok Ramai di Warung-warung
Ilustrasi rokok (Foto: Thinkstock)

KURANJI, METRO – Kota Padang telah menghentikan pemasangan iklan rokok di baliho baliho jalan-jalan utama di Kota Padang. Meski demikian, bukan berarti iklan rokok benar benar habis. Saat ini peredaran iklan untuk justru langsung ke warung-warung kecil milik masyarakat yang bersentuhan langsung dengan konsumen.

Sejak awal 2018, papan-papan reklame bernuansa rokok memang sudah mulai menghilang di Kota Padang. Baliho atau papan reklame yang sebelumnya memuat konten rokok, kini kosong atau telah diganti dengan reklame non-rokok.

Pantauan POSMETRO, jalanan protokol sudah “bersih” dari reklame rokok. Diantaranya, di Jalan Sudirman, Ahmad Yani, kawasan Sawahan, hingga Jalan Dr Hamka, tak dijumpai lagi iklan rokok di baliho, yang memaparkan tentang keunggulan menghisap rokok serta kalimat ajakan lainnya.

Tapi ketika beranjak saja ke sejumlah warung-warung milik masyarakat, sejumlah spanduk berukuran sedang berisi kalimat kalimat ajakan bertebaran seperti kalimat, “Rokok Membunuhmu”. Namun, di samping gambar tengkorak manusia, dipajangkan seorang pria tampan dengan tenangnya menghisap rokok penuh kenikmatan.

Dan, spanduk-spanduk kecil ini merajalela di warung-warung milik pedagang. “Di baliho gadang gadang iyo indak. Tapi cubo lah di kadai ladai dakek sakola atau di rumah-rumah masyarakat, sambuah mah,” sebut Eri (34), salah seorang warga Tabing.

Idealnya, sebut Eri, pemerintah konsisten menutup keran iklan rokok. Sehingga dampaknya bisa dikurangi di kalangan generasi muda. “Seharusnya, kalau mau ditutup, ya ditutup habis. Tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Markonan (40), warga Jati, mengatakan bahwa ada keambiguan pada pemerintah. Di satu sisi pemerintah masih berharap uang dari pajak perusahaan rokok. Tapi disisi lain, dampak kesehatannya membahayakan juga menyedot anggaran untuk membiayai orang orang yang sakit paru-paru akibat merokok.

Untuk diketahui, komitmen Pemko Padang melarang iklan rokok di media luar ruang sudah mendapatkan apresiasi. Kota Padang menjadi salah satu daerah dari sepuluh provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima penghargaan Pastika Awya Pariwara dari Kementerian Kesehatan RI, pada Juni 2018 lalu.

Pastika Awya Pariwara merupakan penghargaan kepada daerah yang telah memiliki kebijakan atau peraturan dan implementasi tentang larangan iklan rokok luar gedung.

Hal itu merujuk dengan diberlakukannya Perturan Wali Kota Padang Nomor 46 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Reklame, dimana pada pasal 33 ayat 3 disebutkan, setiap penyelenggara reklame dilarang menyelenggarakan reklame dengan konten yang mengandung unsur pornografi, pornoaksi, produk tembakau, atau minuman berakohol. Konsekuensinya, Pemko Padang harus kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar per tahun yang bersumber dari pajak rek lame rokok tersebut. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional