Menu

Dilaporkan Hilang, Nenek 69 Tahun Ditemukan Selamat di area perkebunan, Jorong Lembah Binuang, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman

  Dibaca : 125 kali
Dilaporkan Hilang, Nenek 69 Tahun Ditemukan Selamat di area perkebunan, Jorong Lembah Binuang, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman
EVAKUASI— Tim SAR mengevakuasi nenek berusia 69 tahun yang ditemukan di area perkebunan kelapa sawit.

PASBAR, METRO–Sempat dilaporkan hilang, seorang wanita lanjut usia (lansia) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di area perkebunan sejauh dua kilometer dari perkuminan di Jorong Lembah Binuang, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dilaporkan hilang, Kamis (5/8).

Saat ditemukan, sang nenek bernama Erisda (69) dalam di tengah perke­bunan kelapa sawit. Di­duga, korban memang se­ngaja pergi dari rumahnya hingga tersesar di dalam perkebunan hingga tidak tahu jalan untuk kembali ke rumahnya. Usai dite­mu­kan, korban langsung di­evakuasi Tim SAR dan se­lan­jutnya diserahkan ke­pada keluarga.

Koordinator SAR Pos Pasaman Daryulis me­nga­ta­kan, tim menda­patkan informasi dari kepala Jo­rong Lembah Binuang ten­tang adanya warga hilang. Tim SAR gabungan ber­sama masyarakat lang­sung melakukan pencarian ke arah korban dilaporkan hilang.

“Tim bergerak ber­sa­ma masyarakat.  Dari infor­masi yang kita terima kor­ban ini keluar rumah se­kitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi yang berjalan mengarah ke Batang Am­pu,” kata, Daryulis, Kamis (5/8).

Daryulis menyam­pai­kan, pihak keluarga korban telah melakukan pencarian namun sampai sekarang belum ditemukan dan akhir­nya hal itu dilaporkan ke Basarnas.  Setelah dila­ku­kan pencarian beberapa jam, nenek tersebut akhir­nya ditemukan selamat di tengah perkebunan sawit.

“Lokasi penemuan kor­ban berjarak 2 kilometer dari titik korban dilaporkan hilang. Berdasarkan pe­nga­matan yang dilakukan anggota Basarnas di la­pangan, korban diduga mengalami depresi atau tekanan. Diketahui, belum lama ini cucu korban yang baru saja lahir kemudian meninggal dunia,” ung­kap­nya.

Saat ditemukan, dikata­kan Daryulis, korban sem­pat berontak tidak mau di­ajak pulang dan bahkan mencoba ingin lari dari petugas Basarnas yang menghampirinya.

“Mungkin dia mengira anggota kita yang datang adalah personel polisi, jadi dia seperti ketakutan gitu, beruntung anggota kita berhasil membujuknya dan akhirnya korban bersedia untuk diantar pulang,” pung­kas Daryulis. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional