Close

Dikirim untuk Korban Gempa Cianjur, Dharma Wanita Persatuan BPBD Sumbar Kompak Memasak Rendang

RENDANG UNTUK KORBAN GEMPA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersemangat memasak rendang bersama Dharma Wanita Persatuan BPBD Sumbar untuk dikirim ke lokasi gempa di Cianjur.

PADANG, METRO–Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak. Bencana tersebut mendapat perhatian masyarakat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).  Usai mengikuti senam pagi di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu pagi (23/11) spontan saja muncul ide dari Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar untuk memasak rendang bersama-sama, untuk dikirimkan kepada korban gempa di Ci­anjur.

Ide spontan tersebut langsung ditindak lanjuti. Mereka lalu badoncek (iuran) bersama-sama membeli bahan-bahan untuk memasak rendang pagi itu. Dana yang dikumpulkan juga dari pejabat, pegawai, atau staf selingkungan BPBD Sumbar. Alat-alat memasak seperti kuali besar dan kompor pun langsung disediakan. Renca­nanya mereka akan memasak di pelataran parkir Kantor BPBD Provinsi Sumbar.

Hasilnya, 20 kilogram daging untuk rendang berhasil mereka peroleh. Ibu-ibu istri ASN BPBD Provinsi Sumbar itu pun dengan hati riang kompak bahu membahu memasak rendang mulai dari siang hingga malam hari.

Aksi memasak rendang Ibu-Ibu DWP BPBD Sumbar pun menarik perhatian Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah. Dengan semangat Mahyeldi ikut bergabung bersama Ibu-ibu mengaduk-ngaduk rendang di kuali. Suasana pun riuh malam hari itu.  “Kita memasak rendang untuk dikirim ke saudara-saudara kita, korban gempa di Cianjur,” kata Anggota DWP BPBD Sumbar, Ardevi Ilham Wahab, Rabu (23/11) di Padang.

Menurutnya, mema­sak rendang ini inisiatif semua Anggota DWP BPBD Sumbar. Dikatakan Devi, jumlah daging mentah yang dimasak menjadi masakan terenak di dunia ini 20 kilogram. Namun setelah berbentuk rendang, beratnya bakal bertambah men­jadi sekitar 35 kilogram.  “Jadi kita masak langsung bakal lebih banyak, di­banding kita beli randang yang sudah jadi. Tentu lebih ba­nyak pula suadara kita di Cianjur yang bisa menikmatinya,” ujar Devi.

Dia menuturkan, waktu yang dibutuhkan memasak rendang daging sapi ini sekitar 8 jam lebih. Dimulai sekira pukul 13.15 WIB, dan bakal berakhir sekitar 21.00 WIB yang melibatkan semua anggota DPW dan Pegawai BPBD Sumbar.  “Setelah jadi rendang lalu dikirim bersamaan dengan rendang ban­tuan dari OPD dan Forkopimda lainnya,” tambahnya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top