Menu

Dikira Tidur, Garin Masjid Ternyata Meninggal

  Dibaca : 898 kali
Dikira Tidur, Garin Masjid Ternyata Meninggal
EVAKUASI— Polisi bersama PMI dan BPBD mengevakuasi jasad jasad garin Masjid Taqwa Muhammadiyah yang ditemukan meninggal di dalam kamar sekaligus menyemprotkan cairan disinfektan.

PADANG, METRO
Seorang garin ditemukan meninggal di dalam kamarnya di Masjid Taqwa Muhammadiyah Jalan Bundo Kanduang, Kecamatan Padang Barat, Selasa (14/4) sekitar pukul 18.15 WIB. Diduga, garin tersebut meninggal akibat sakit jantung yang dideritanya sejak beberapa bulan belakangan.

Pasalnya, dari riwayat kesehatannya, garin yang diketahui bernama Edison (60) warga asal Kacang Kabupaten Solok ini pernah dirawat di RSUP M Djamil pada bulan Januari lalu aki bat sakit jantung. Penemuan itupun sontak membuat jemaah yang hendak shalat maghrib dibuat gempar.

“Salah seorang jemaah tersebut hendak melaksankan shalat Maghrib, kemudian ia pergi ke kamar garin untuk membangunkan korban yang sedang tidur guna persiapan shalat Maghrib,” kata Mukrim (54) pengurus dan koordinator keamanan mesjid Taqwa Muhammdiyah.

Mukrim menambahkan, tiba di kamar korban, jemaah tersebut melihat korban dalam kondisi telungkup di atas kasur dan seperti orang tidak sadarkan diri. Selanjutnya ia melakukan pengecekan terhadap korban dan ternyata korban sudah meninggal.

“Jemaah itu langsung berlari menghampiri saya dan memberitahukan kalau korban sudah meninggal. Saya sempat tidak percaya. Saya kemudian mendatangi kamar korban untuk memastikan. Ternyata memang benar korban meninggal,” kata Mukrim.

Setelah melihat apa yang disampaikan salah seorang jamaah tersebut, Mukrim kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada keponakan korban bernama Hendri yang beralamat di Jalan Manggis Purus Baru, Kecamatan Padang Barat.

“Dari keterangan ponakan korban diketahui, kalau korban sudah lama mengalami sakit jantung dan pernah berobat di M Djamil Padang sekitar bulan Januari yang lalu. Setelahnya Kami juga menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan pengecekan terhadap korban,” terang Mukrim.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda menyebutkan, pada pukul 19.00 WIB piket SPKT dan anggota identifikasi Polresta Padang menuju lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap korban. Sebelum korban dibawa ke M Djamil untuk dilakukan visum luar, petugas PMI Kota Padang beserta BPBD Kota Padang tiba di TKP untuk melakukan sterilisasi menggunakan disinfekstan.

“Setelah dibawa ke M. Djamil Padang dan di lakukan visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Pihak keluarga membuat dan menanda tangani surat permohonan untuk tidak dilakukan visum dalam, karena pihak keluarga korban menerima kematian korban, kemudian korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk di bawa ke kampung halaman untuk di kebumikan,” pungkas Rico. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional