Menu

Dikira Polisi Lupa Kasusnya, Pulang Kampung Buronan Ditangkap

  Dibaca : 711 kali
Dikira Polisi Lupa Kasusnya, Pulang Kampung Buronan Ditangkap
GELAPKAN MOBIL— Dika (25) yang terlibat kasus penggelapan mobil dan buron dua tahun ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pulau Punjung.

DHARMASRAYA, METRO
Merasa aman dari kasus penggelapan mobil yang pernah dia lakukan, setelah dua tahun kabur dan merantau ke Batam, Dika (25) yang mengira polisi sudah lupa kasusnya mencoba pulang kampung ke Dharmasraya. Ternyata kedatangannya, tercium polisi yang sudah lama memburunya. Dia pun akhirnya ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dika ditangkap di rumahnya, di Jorong Sialang, Kenagarian Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (6/6) lalu, sekira pukul 01.30 wib.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Aditya Galayuda Ferdiansyah melalui Kapolsek Pulau Punjung, IPTU Syafrinaldi mengatakan, Dika ditangkap karena terlibat kasus penggelapan dan penipuan satu unit mobil mobil Xenia BA 1476 VJ. Dia pun suah dua tahun masuk dalam Dafatar Pencarian Orang (DPO) polres Dharmasarya.

“Pelaku kita amankan di rumahnya Jorong Sialang Kenagarian Gunung Selasih Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya pada Sabtu (6/6) sekira pukul 01.30 wib,” ujar IPTU Syafrinaldi, Selasa (9/6).

Katanya, Dika berstatus DPO berawal dari adanya laporan warga yang juga sebagai korban bernama Men (40) dengan Laporan Polisi Nomor: LP / 88/ K / X  / 2018 / Polsek , pada 1 Oktober 2018 dengan tindak pidana penggelapan dan penipuan.

Saat itu Men (40) sebagai pemilik mobil bekerja sama dengan Abdul Kholik (39) dan menitipkan mobil Xenia BA 1476 VJ warna putih untuk direntalkan.  Kejadian ini berawal pada Kamis 11 Juli 2018, sekira jam 21.00 wib, tersangkan menelpon Abdul Kholik  dengan tujuan merental satuunit mobil selama satu bulan dengan uang muka sebesar Rp 1 juta.

Kemudian, Abdul Kholik menyerahkan mobil daihatsu Xenia warna putih dengan nomor polisi BA1476 VJ kepada tersangka. Selanjutnya mobil tersebut di bawa tersang ke Pekanbaru di tempat tinggal orang tuanya.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, mobil tersebut di jual seharga Rp 25 juta kepada Firman yang tinggal di PekanBaru. Dan transaksipun dilakukan di pinggir jalan,” jelasnya.

Setelah itu, tersangka mengaku melarikan diri ke Batam dan uang hasil penjualan mobil tersebut dihabiskan untuk biaya hidup selama pelarian dan menginap di Batam.

Saat diciduk, sambung Kapolsek, turut diamankan Barang Bukti (BB) dari hasil penjualan mobil tersebut, diantaranya satuunit unit handphone merk samsung seri dous warna biru, satu tas sandang warna mereh merk Polo Army, satu helai jaket warna hijau merk clothing, satu helai jaket warna hitam pada bagian depan bertulisan Suka Duka Bersama dan bagian belakang bertulisan Orang Tua Pasukan Entek Golek Neh, satu helai baju kemeja warna biru merk Adidas, satuhelai celana panjang warna biru merk Tony Jack dan satu helai celana panjang warna hitam putih merk black bageur.

Saat ini jajaran satreskrim sedang melakukan pengejaran terhadap Firman yang diduga sebagai penadah dan menelusuri keberadaan mobil Daihasu Xenia BA 1476 VJ tersebut. “Atas kejadian tersebut korban telah kehilangan 1 (satu) unit mobil dhai hatsu Xenia  warna putih dengan Nomor Polisi BA1476 VJ atau kerugian Rp.186 juta” jelasnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di mapolsek Pulau Punjung untuk proses lebih lanjut. “Pasal yang disangkakan pasal 372 dan atau 378 KUH Pidana dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun,”pungkasnya (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional