Menu

Dikira Boneka, Ternyata Mayat, Mengapung di Bawah Jembatan Ratapan Ibu

  Dibaca : 350 kali
Dikira Boneka, Ternyata Mayat, Mengapung di Bawah Jembatan Ratapan Ibu
MAYAT BAYI— Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat bayi di bawah Jembatan Ratapan Ibu, Payakumbuh. Setelah itu, jasad bayi dievakuasi ke RS Adnaan WD.

PAYAKUMBUH, METRO–Sesosok jasad bayi yang diduga baru saja dilahirkan, ditemukan mengambang di aliran sungai Batang Agam, tepatnya di bawah Jembatan Ratapan Ibu, dekat Pasar Ibuh, Selasa pagi  (29/6) sekitar pukul 09.15 WIB. Sontak saja, penemuan itu membuat warga heboh hingga langsung berdatangan ke lokasi.

Informasinya, mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu pertama kali dilihat oleh sejumlah anak-anak yang sedang bermain sepeda di Taman Jembatan Ratapan Ibu Pa­ya­kumbuh. Semula, anak-anak yang bermain sepeda itu mengira yang me­ngam­­bang merupakan bo­neka maninan.

Namun, setelah dilihat dari dekat, ternyata benda yang mengambang tersebut ternyata sangat mirip dengan bayi manusia. Me­reka kemudian memberitahukan penemuan itu kepada petugas survey kegiatan bangunan perkuatan tebing yang kebetulan sedang di lokasi.

“Mendapat informasi dari anak-anak itu, saya langsung memastikannya. Benar saja setelah dilihat dari dekat ternyata itu bukan boneka namun mayat bayi.Setelah itu saya mela­porkannya ke petugas trantib yang sedang bertugas di sekitar lokasi,” kata Ron, konsultan swasta yang sedang menyurvei pembangunan perkuatan tebing.

Sementara, Kasi Trantib Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Raback yang turut menyaksikan proses evakuasi tersebut langsung menghubungi Polres Kota Payakumbuh. Selain itu, ia juga memerintahkan anggotanya untuk melakukan eva­kuasi terhadap jasad bayi agar tidak terbawa arus sungai.

 “Saya lihat mayat bayi tersebut berjenis kelamin perempuan. Kita menduga, bayi itu baru saja dilahirkan, karena ditemukan ari-arinya masih ada dan tubuhnya lengkap,” kata Raback.

Sementara itu, menurut keterangan dari petugas Trantib Kota Payakumbuh yang turun langsung ke Batang Agam mengambil mayat bayi mengambang itu, Riki Primayudha mengatakan, setelah diangkat dari sungai, bayi malang itu sudah tak bernyawa dan badannya membiru.

“Kita lakukan evakuasi terlebih dahulu. Setelah itu Polisi datang dan jasad bayi itu diserahkan ke Polisi, lalu dibawa ke rumah sakit,” ungkap Riki.

Terpisah, Kasat Res­krim Polres Payakumbuh, AKP Akno Polindo didampingi membenarkan adanya penemuan sesosok mayat bayi mengapung di Batang Agam persis dekat Jembatan Ratapan Ibuh, Kota Payakumbuh. Mendapat informasi, Tim Polres Payakumbuh langsung menuju lokasi.

“Anggota sudah mendatangi lokasi penemuan mayat bayi jenis kelamin perempuan yang terapung dekat jembatan Ratapan Ibu. Dimana pertama kali terlihat oleh tiga orang remaja perempuan di lokasi Taman Agam, yang mengira mayat bayi itu boneka,” ucap AKP Akno.

Disampaikannya, ma­yat Bayi itu kemudian dievakuasi oleh Trantib Pa­sar dengan kayu untuk menggapai mayat bayi  dan kemudian memasukkan dalam kantong plastik warna merah biru.

“Setelah evakuasi mayat bayi dari sungai, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Adnan Wd oleh petugas Forensik Polres Payakumbuh untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Untuk mengungkap sia­pa orang tua bayi itu dan siapa yang membuangnya, Dijelaskan AKP Akno, pihaknya masih terus mela­kukan penyelidikan dan sudah memintai keterangan beberapa orang saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara, kuat dugaan bayi itu baru saja dilahirkan lalu dibuang ke sungai.

“Dalam proses penyelidikan ini, kita juga mengharapkan informasi dari masyarakat. Jika ada yang melihat atau mengetahui orang yang membuang bayi itu, silahkan lapor ke Polisi,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional