Close

Dikeroyok Senior, Siswa SMA Taruna Sumbar Diopname, Kasat Reskrim: Diselesaikan Secara Kekeluargaan

DIRAWAT— Korban A(17) saat mejalani perawatan di Klinik Keluarga, Kampung Baru, Nagari Sikabau, Pulau Punjung akibat mendapatkan kekerasan di sekolahnya.

DHARMASRAYA, METRO —Tindakan kekerasan di dalam lingkungan pendidikan terjadi di Kabupaten Dharmasraya. Kali ini, seorang siswa kelas XI SMA Taruna Sumatra Barat (Sumbar) di Gunung Medan, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, diduga dianiaya oleh seniornya dalam asrama sekolah.

Akibat tindakan kekerasan itu, korban berinsial A (17) harus menjalani perawatan medis secara intensif sejak Sabtu (17/9). Hingga Selasa (20/9), korban masih dirawat inap di di Klinik Keluarga, Kampung Baru, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut berlangsung, Sabtu (17/9) sekira pukul 22.00 WIB di asrama sekolah setempat. Korban mengalami luka lebam pada mata sebelah kanan, di belakang kuping dan dibagian tubuh lainnya.

Pihak keluarga korban, Af saat dikonfirmasi POSMETRO pada Selasa (20/9) menyebutkan, saat ini korban masih menjalani perawatan di klinik.

“Masih di rawat di klinik, karena memang ada luka lebam pada bagian kepala, “ ungkapnya.

Af mengaku mengetahui persoalan ini pada Minggu (18/9) sore. Setelah pihak yayasan mengabarkan bahwa korban mendapatkan perawatan di klinik keluarga.

“Setelah kejadian pihak yayasan membawa korban ke klinik untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah itu barulah kami pihak keluarga dihubungi. Sementara orang tua beserta adik korban pada Senin (19/9) telah datang karena memang jauh dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, “ jelasnya.

Meskipun begitu, sambung Af pihaknya bersama keluarga telah bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan pihak sekolah dan keluarga para pelaku secara kekeluargaan.

“Hari ini telah ada penyelesaian antara pihak keluarga dan sekolah serta pihak terkait lainnya,” terang keluarga korban Af

Af mengakui, pihak keluarga tidak akan memperpanjang persoalan ini melalui proses hukum karena permintaan dari pihak korban, orang tua dan keluarga pelaku.

“Penyelesaian secara kekeluargaan memang sudah menjadi permintaan anak kami, orang tua dan juga pihak keluarga pelaku, “ ujarnya

Af menjelaskan bahwa alasan korban dan keluarga untuk tidak memperpanjang persoalan ini adalah keinginan untuk menyelesaikan studi di SMA Taruna Sumbar Sitiung.

“Anak kami ingin menyelesaikan studinya di SMA Taruna, jadi tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan menjadi penghambat penyelesaian studi anak kami yang sudah kelas XI,” jelasnya

Ia mewakili keluarga meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran sekaligus perhatian bagi semua pihak.

“Kepada pihak sekolah diharapkan agar kejadian yang sama tidak terulang kembali, baik di SMA Taruna maupun di sekolah lainnya, “ pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Dharmasraya  AKBP Nurhadiansyah melalui Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, Iptu Dwi Angga Prasetyo membenarkan informasi tersebut, namun pihak keluarga korban meminta perseoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Setelah kita dapatkan informasi awal, kita hubungi pihak keluarga dan sekolah, dan keluarga korban. Mereka meminta diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya

Terkait kejadian ini, lanjutnya pihak keluarga memang tidak melaporkan peristiwa ini ke SPKT atau ke Polres. Karena mereka menginginkan persoalan ini diselesaikan melalui mediasi.

“Terkait kondisi korban memang sempat di rawat di Klinik Keluarga Sikabau. Pihak sekolah dan keluarga korban serta keluarga pelaku didampingi babinkamtibmas sedang melakukan musyawarah di sekolah. Pihak keluarga korban meminta agar pihak sekolah memberikan sanksi tegas kepada para terduga pelaku, agar menjadi efek jera agar tidak ada lagi tindakan kekerasan di sana, “ ujarnya

Sementara itu, Kepala SMA Taruna Gunung Medan Sitiung, Rina saat dikonfirmasi awak media melalui telepon dan pesan singkat bungkam dan tidak memberikan keterangan apapun. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top