Menu

Dijual ke Riau, Mafia Pupuk Bersubsidi Ditangkap

  Dibaca : 321 kali
Dijual ke Riau, Mafia Pupuk Bersubsidi Ditangkap
PUPUK BERSUBSIDI— Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mencek pupuk bersubsidi hasil tangkapan ketika hendak diselundupkan ke Riau.

PAYAKUMBUH, METRO
Polres Payakumbuh membongkar praktek mafia pupuk bersubsidi untuk petani yang akan diselundupkan ke Provinsi Riau. Terungkapnya kasus itu setelah dimanakannya satu unit truk yang melintas di di Jalan By Pass Diponegoro, Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.

Di dalam truk Mitsubishi Colt Diesel yang diamankan itu, petugas menemukan 160 karung atau seberat 8 ton pupuk bersubsidi merek NPK Phonska. Tidak hanya mengamankan pupuk berserta truk pengangkut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut.

Kedua tersangka diketahui berinisial D (42) sebagai sopir warga Jorong Koto Tinggi, Kenagarian Lubuak Alai, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota dan G (46) sebagai pemilik warga Jorong Koto Baru Simalanggang, Kenagarian Tabek Panjang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kita menangkap truk BA 8672 KU yang membawa pupuk NPK Phonska bersubsidi yang hendak diselundupkan ke Ujung Batu, Riau, pada Selasa (30/6) sekitar pukul 20.30 WIB lalu.

Ada sebanyak 160 karung atau 8 ton yang akan mereka selundupkan,” sebut Kapolres Payakumbuh, Dony Setiawan ketika menggelar ekspos hasil penangkapan dugaan pendistribusian pupuk bersupsidi ke Riau, Senin (20/7) siang.

Disampaikan AKBP Dony, pupuk diambil dari Gudang Pupuk di Koto Tuo, Padang Luar Bukittinggi lalu diangkut melalui Kota Payakumbuh untuk dijual ke Ujung Batu, Provinsi Riau. Ketika melintas di Jalan By Pass Payakumbuh, pihaknya melakukan penghadanan dan pemeriksaan. Ternyata memang ditemukan adanya penyelundupan pupuk bersubsidi sesuai laporan yang masuk.

“Sopir dan pemilik pupuk kita tetapkan sebagai tersangka. Dari pengakuan tersangka, pupuk tersebut dibeli sengan harga Rp 160 ribu sekarung. Setelah sampai di Ujung Batu, Riau, pupuk itu dijual Rp 180 ribu setiap karung,” ujar AKBP Dony.

Ditegaskan AKBP Dony, perbuatan tersangka yang menyelewengkan pupuk bersubdisi akan dijerat dengan pasal berlapis sesuai dengan UU Darurat RI Nomor 7 Tahun 1955, PP Nomor 19 Tahun 2004, Perpres nomor 15 tahun 2011 tentang perubahan dan Permendag RI Nomor 15 / M-DAG /PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran Pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian dengan ancaman 6 tahun penjara.

“Tindakan mafia pupuk dengan modus seperti ini menyebabkan kelangkaan pupuk dan sangat merugikan petani. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, pemerintah harus menjamin agar pendisitribusian pupuk dapat diawasi secara ketat untuk menjamin upaya menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan oleh petani,” terang AKBP Dony. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional