Menu

Diimingi Anak Lulus CPNS, PNS Tertipu Rp50 Juta

  Dibaca : 1203 kali
Diimingi Anak Lulus CPNS, PNS Tertipu Rp50 Juta
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)
uang

ilustrasi

SAWAHLUNTO, METRO–Waspada, penipuan penerimaan CPNS mulai marak. Di Sawahlunto, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Pekanbaru, tertipu Rp50 juta. Pria ini mentrasfer uang puluhan juta kepada seseorang yang bisa menjadikan anaknya yang baru lulus SMA sebagai PNS.

Berdasarkan laporan yang diterima Satreskrim Polres Sawahlunto, Senin (1/2), korban, Bardizbah (59) datang melapor ke Mapolres. Akan tetapi, petugas bingung dengan alamat korban “Korban bernama Bardizbah, melapor bahwa berdomisili di Pekanbaru, sementara yang dilampirkan dalam pengaduan di daerah Jawa,” kata Kasat Reskrim Polres Sawahlunto AKP Herry, Rabu (3/2).

Dijelaskan AKP Herry, pelapor ditipu di daerah Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang. Pelaku berjanji akan mendaftarkan anaknya masuk PNS di Kota Pekanbaru. Syaratnya, korban harus menyediakan uang tunai Rp50juta dan ditransfer ke rekening pelaku.

”Korban menuruti keinginan pelaku, dan mentransfer uang Rp50 juta. Namun, setelah itu, korban tak mendapat info dan perkembangan untuk proses penerimaan anaknya sebagai PNS di Pekanbaru. Karena tidak ada lagi kabar dari pelaku, korban baru melapor ke Polres Sawahlunto ini, karena pelaku berasal dari Muaro Kalaban,” jelas AKP Herry.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Sawahlunto masih melakukan penyelidikan terhadap laporan korban. Pelaku diketahui berasal dari Jawa,” pungkasnya.

Jangan Mudah Percaya

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar Jayadisman, mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing informasi penerimaan PNS dari sumber yang tidak jelas. Karena, itu akan menyesatkan masyarakat itu sendiri.
”Jangan percaya dengan informasi penerimaan PNS dari sumber yang tidak jelas. Karena, informasi penerimaan PNS yang resmi itu ada di BKD. Kalau pun masyarakat menerima informasi yang tidak jelas itu, pastikan kembali ke BKD,” sebut Jayadisman.

Apalagi, katanya, ada orang yang bisa menjamin bisa lolos menjadi PNS dengan bayaran yang besar. Hal itu tidak bisa dilakukan. Karena, system penerimaan PNS itu sangat ketat. Jadi tidak akan ada yang bisa melakukan kecurangan. Baik itu dari internal, maupun dari eksternal.

Jayadisman mengatakan, informasi penerimaan CPNS tahun 2016 ini masih belum ada. Hal ini mengingat masih diberlakukannya moratorium CPNS oleh pemerintah pusat.

”Belum ada informasi resmi tentang ini. Kita hanya bisa menerima keterangan pusat. Kalau ada informasi resmi dari pusat, kita akan umumkannya. Jadi kita tunggu saja lah,” ujarnya.

Sebelumnya, Jayadisman mengakui saat ini tengah mengalami kekurangan PNS sebanyak 1.243 orang. Mengingat hal tersebut, BKD Sumbar juga telah mengusulkan ke Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk dilakukan perekrutan di 2016 ini.

Terkait dengan spesifikasi bidang yang nantinya diajukan disesuaikan dengan kebutuhan kabupaten/kota yang bersangkutan. Untuk bidangnya masih seperti tahun sebelumnya, dimana tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan yang diutamakan.

Tahun lalu, BKD Sumbar telah mengirim usulan kepada Kemenpan RB untuk perekrutan CPNS tahun 2015 dengan jumlah 1.243 formasi. Usulan ini didasari kebutuhan CPNS Sumbar yang ada saat itu.

Jayadisman menuturkan, kalau pun pemerintah tidak melakukan rekruitmen pegawai tahun ini, BKD akan melakukan redistribusi pegawai untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang berada di instansi yang membutuhkan.

Untuk melakukan redistribusi pegawai ini kata Jayadisman, memiliki kekurangan terutama dari segi kualitas pegawai. Hal ini disebabkan banyak instansi yang hanya mau melepas pegawainya karena rendah kualitas. (cr5/da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional