Close

Dihadiri Bunda PAUD, RA Rahmah El Yunusiyyah Gelar Refleksi Hasil Pendidikan Satu Tahun

SERAHKAN PLAKAT— Bunda PAUD, dr. Dian Puspita Fadly, Sp.JP serahkan ijazah dan plakat kepada lulusan.

PDG.PANJANG, METRO–Raudhatul Athfal (RA), Play Group dan Baby House Rahmah El Yunusiyyah, Perguruan Diniyyah Puteri menggelar kegiatan Refleksi Hasil Pendidikan Satu Tahun, Senin (20/6). Di­dampingi orang tua, 54 murid RA yang lulus menerima ijazah dan plakat. Bunda PAUD, dr. Dian Puspita Fadly, Sp.JP turut me­nyerah­kannya pada acara ini.

Dokter Dian menyampaikan selamat atas terlaksananya acara ini. Kemudian, dirinya memberikan arahan agar pendidikan karakter diutamakan pada usia dini. “Pendidikan usia dini yang terpenting adalah pendidikan karakter. Mendidik perkembangan motorik, sensorik, bahasa, seni, pembentukan karakter bagaimana anak bersosialisasi terhadap temannya, maupun lingkungannya,” ujarnya.

Dian berharap jangan terlalu terfokus kepada prestasi akademis saja. “Berdasarkan keputusan Kementerian Pendidikan, calistung (membaca, me­nulis dan berhitung-red) tidak diwajibkan kepada anak-anak usia dini. Tetapi ketika anak itu sudah bisa, alhamdulillah. Tetapi kita tidak mewajibkan anak-anak kita dan memban­ding­kan dengan anak-anak yang lain,” tuturnya.

Dikatakannya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Orang tua diminta bisa mengetahui potensi itu. Dian mengimbau jangan memaksakan anak.  “Tujuan dari pendi­dikan anak usia dini ialah pembentukan karakter men­jadi anak yang cerdas, sehat, ceria dan bertaqwa kepada Allah SWT. Perbuatannya sesuai Al Qur’an dan Hadist,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, S.E, Akt, M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan gambaran pro­gres kemajuan anak dan hasil kerja guru membimbing anak-anak. Ia juga menjelaskan tentang Quba Kurikulum. Yaitu Qur’an Sunnah Brain Attitude yang dirancang di Diniyyah Puteri. Lalu mulai dilaksanakan di RA sejak tahun 2016.

“Hampir 6 tahun lama­nya. Mungkin orang ber­tanya, kenapa di RA kita tidak ada menggambar, war­na-warni. Setelah saya belajar di Florida tentang usia dini, bertemu langsung dengan para pakar, saya baru me­ngerti usia dini 0-8 tahun memerlukan bimbi­ngan fokus. Maka warna-warni membuat teralihkannya fokus anak-anak,” ung­­kapnya.

Sementara Kepala RA, Yanti Gusvita menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orang tua kepada RA Rahmah El Yunu­siyyah. Dari 54 orang murid, sudah pandai baca Al Qur’an sebanyak 27 orang. Kepada orang tua, Yanti Gusvita meminta men­dam­pingi anak ke jenjang berikutnya.

Kepala Kantor Kemenag diwakili Agus Nasution, S.Ag, M.A menuturkan, RA ialah taman persemaian pendidikan karakter atau akhlakul karimah. “Ini me­rupakan pondasi pendidikan. Apa yang dilatih selama di RA, hendaknya di­terapkan pada masa yang akan datang. Peran ibu dan bapak tidak akan pernah lepas dari lahir sampai mereka dewasa,” sebutnya. Salah seorang wali murid, Zia Ul Fikri meng­ungkapkan terima kasih kepada Perguruan Diniy­yah Puteri atas dedikasi­nya hampir 40 tahun dan terus berinovasi. (rmd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top