Menu

Digilir 5 Pria, Pelajar Meringis Kesakitan

  Dibaca : 1720 kali
Digilir 5 Pria, Pelajar Meringis Kesakitan
PEMERKOSA— Lima pelaku HZ (24), ZF (18), RZ (20), SJ (20), dan AR (19) ditangkap Satreskrim Polres Solok Arosuka atas kasus pencabulan dan pemerkosaan secara bersama-sama terhadap remaja perempuan yang masih berstatus pelajar SMA.

SOLOK, METRO
Seorang gadis remaja berinisal “D” (17) menjadi korban kebiadaban lima pria yang tak lainnya merupakan kawan dari pria teman dekatnya sendiri. Dia diperkosa di lapangan terbuka secara bergiliran di tengah malam di lokasi sepi dan jauh dari permukiman warga. Minggu (22/3) sekira pukul 01.00 WIB.

Meski mencoba melawan dan berteriak minta tolong, tak ada satu pun warga mendengar jeritannya. Bahkan kelima pria itu terus melampiaskan nafsu birahinya secara berulang-ulang hingga mereka puas. Sementara korban yang sudah tak bertenaga, hanya bisa pasrah dan terus meringis kesakitan.

Lima pria yang masih remaja itu, diketahui berinsial HZ” (24), “ZF” (18), “RZ” (20), “SJ” (20), dan “AR” (19). Kelima pria tersebut merupakan warga Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok dan masih berstatus pelajar.

Kebidapan para pelaku terungkap pada Senin (23/3) sekira pukul 18.00 WIB. Saat pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Solok Arosuka.

Dari cerita keluarga korban kepada pihak Kepolisian, pemerkosaan berawal saat korban yang juga masih sekolah di salah satu SMA di Kota Solok itu didatangi seorang pria yang kebetulan adalah teman dekat korban.

Karena mereka sudah saling kenal, korban awalnya tidak curiga saat teman laki-lakinya itu dan menjemputnya dan mengajak raun-raun dengan sepeda motor. Setelah jalan-jalan, kemudian korban dibawa ke sebuah tanah lapang. Lokasinya lumayan sepi dan jauh dari rumah warga.

Awalnya korban masih beranggapan postif, mereka hanya sekedar jalan-jalan saja. Sementara teman dekatnya itu, sudah memiliki niat buruk terhadap korban. Setiba di lokasi, ternyata empat remaja lainya yang merupakan teman-teman pelaku sudah menunggu.

Di situ, korban sudah sudah merasa tidak enak. Namun karena karena lokasinya jauh dari permukiman, korban tak bisa pulang sendiri. Apalagi, hari sudah tenah malam. Tidak berapa lama kemudian, pria-pria tersebut mengajak korban untuk berhubungan badan.

Korban sempat menolak. Namun penolakannya itu seolah tidak didengarkan pelaku. Malah mereka semakin beringas dan mulai melakukannya dengan cara kekerasan. Tubuh korban ditarik paksa hingga rebah di tanah.

Korban terus memohon untuk tidak diperkosa dan meminta agar diantar pulang. Kelima pria itu malah semakin ganas dan kesetanan. Sebagian ada yang memegang paksa tangan dan kakinya, ada pula membuka pakain korban.

Malam itu korban pun dijadikan budak pemuas nafsu mereka secara bergiliran. Yang lebih memiriskan, saat diperkosa kaki dan tangan korban dipegangi oleh para pelaku secara bergantian. Malah ada yang tertawa disaat batinnya tercabik-cabik.

Meski mencoba meronta dan minta tolong, namun korban tak berdaya. Bahkan perbuatan terkutuk itu terus dilakukan berulang-ulang hingga para pelaku puas melampiaskan nafsu birahinya. Sementara korban, terus menangis kesakitan.

Puas melampiaskan nafsu bejatnya, korban kembali diantarkan pulang ke rumahnya. Tidak terima atas pelakuan para pelaku, korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada keluarganya.

Mendengar pengakuan korban, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke pihak kepolisian. Petugas yang mendapat laporan langsung mendalami kasus tersebut.

Setelah mengantongi identitas pelaku, petugas pun bergerak mencari keberadaan para pelaku. Pelaku yang tidak sadar perbuatannya sudah terbongkar, kaget ketika petugas datang menangkapnya.

Satu persatu pelaku dijemput petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Kapolres Solok Arosuka AKBP Azhar Nugroho membenarkan adanya kejadian dugaan tindak pidana pemerkosaan yang tengah diproses petugasnya. Para pelaku terancam  Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D Jo Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang Jo Pasal 170 KUHP. (vko)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Sutan batuah

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional