Menu

Digerebek Selingkuh dengan Pejabat Limapuluh Kota, Wanita Bersuami Dibuang Sepanjang Adat

  Dibaca : 1343 kali
Digerebek Selingkuh dengan Pejabat Limapuluh Kota, Wanita Bersuami Dibuang Sepanjang Adat
ILUSTRASI

PAYAKUMBUH, METRO–Oknum pejabat pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berinisial R yang digerebek warga beberapa waktu lalu di rumah seorang wanita bersuami berinsial FED, karena dugaan berbuat mesum, tepatnya di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, akhirnya diselesaikan secara adat.  Selain didenda bayar semen, si perempuan juga diberikan sanksi moral dengan dibuang sepanjang adat selama 1 tahun.

Kasus dugaan berbuat mesum itu sempat menghebohkan warga Payakumbuh. Sekarang sudah diselesaikan secara adat di Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat, Kamis (20/5) malam. Dalam sidang yang dihadiri oknum pejabat R dan wanita bersuami berinisial FED itu, diputuskan mereka bersalah secara adat.

Keduanya diberi sanksi adat berupa denda 75 sak semen untuk R dan 25 sak untuk FED. Mereka juga membuat surat pernyataan tertulis di atas kertas dengan tiga buah materai.

Wanita dengan satu orang anak itu, tidak hanya sebatas denda 25 sak semen, namun atas kesalahannya yang telah menerima tamu laki-laki bukan muhrim, apalagi hingga larut malam disaat sang suami sedang menambang (bekerja sebagai sopir.red), dinilai sangat bertentangan dengan norma ketimuran yang berlaku di Minangkabau, sehingga FED diberi ganjaran moral dibuang sepanjang adat selama 1 tahun.

Sementara R, ketika dihubungi wartawan pada Jumat (21/5), mengakui bersalah karena bertamu ke rumah perempuan hingga larut malam. Namun ia membantah telah berbuat mesum seperti ramai diberitakan media masa beberapa hari terakhir.

”Saya memang bersalah telah bertamu ke rumah wanita berinisial FED pada pukul 22.00 Wib. Tapi saya bertamu tidak sampai larut malam dan saya tidak berbuat mesum. Saya tidak melakukan perbuatan asusila,” ujarnya.

R juga mengakui bahwa ia baru dua kali bertamu ke rumah FED. Kali pertama beberapa tahun lalu dan terakhir waktu malam kejadian. Ia bertamu ke rumah tersebut tidak sengaja, sebenarnya ia bertamu ke rumah kakaknya yang tinggal bersebelahan dengan rumah FED, untuk menjemput Telur.

”Semula saya berniat bertamu ke rumah kakak saya sekitar  jam 9 malam untuk menjemput telur, namun sebelum ke rumah kakak saya itu, saya disapa FED dan ditanya kenapa tidak mampir. Mumpung masih suasana lebaran tanpa ragu-ragu tawaran itu saya terima. Namun karena keasyikan ngobrol sekitar pukul setengah 11, tahu-tahu suami FED datang dan marah marah serta memukul saya dan merusak mobil. Sehingga mengundang perhatian warga setempat untuk datang. Sehingga saya terpaksa berada di rumah itu hingga larut malam sampai aparat datang menyelesaikan,” tambah pria yang berdinas di salah satu Dinas Tekhnis tersebut.

Dia juga menyebut bahwa suami FED itu sebenarnya masih keluarga dekatnya. “Suami FED itu jalan saudranya anak bagi saya. Dan saya hanya di ruang tamu dan berjauhan duduk dengan FED. Saya juga belum lama berada disitu sebelum suami FED datang,” aku R, saat ditanya awak media atas kejadian yang sempat menghebohkan itu.

Disampaikannya, kini kasunya sudah diselesaikan secara hukum adat. Dan sudah saling maaf memaafkan. “Karena sudah bermaafan dan ada perdamaian, kami mengangap persoalan itu sudah selesai,” ucapnya.

R Diperiksa

Sementara itu Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo kepada wartawan mengatakan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, baik pelanggaran disiplin, kesalahan administrasi maupun kesalahan yang berkaitan dengan moral dan etika, pasti ada sanksinya.

“Selaku Bupati kita akan proses setiap ASN yang melanggar aturan disiplin atau melakukan kesalahan administrasi maupun kesalahan yang berkaitan dengan moral dan etika , juga berpedoman pada PP No 53 tahun 2010 , tentang disiplin pegawai, saya sudah perintahkan kepala BKPSDM untuk mencari kebenaran kejadian dan proses secepatnya,” ucapnya melalui pesan WA kepada Awak Media.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekda Kabupaten Limapuluh Kota, Widya Putra, jika oknum R terbukti bersalah maka pihaknya siap menjalankan regulasi/aturan terkait kepegawaian. “Nantinya akan ada hukuman berat yang siap “menunggu” R. hukuman tersebut bisa berupa penurunan pangkat, penurunan jabatan dan paling tinggi pemecatan,” jelasnya kepada wartawan. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional