Menu

Digerebek lagi Ngamar, Pasangan Kekasih Gelagapan

  Dibaca : 529 kali
Digerebek  lagi Ngamar,  Pasangan  Kekasih  Gelagapan
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)
images

Ilustrasi

AGAM, METRO–Sepasang kekasih digerebek warga di salah satu kamar Homestay Abg, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Saat diminta memerlihatkan buku nikah dan bukti jika pasangan adam dan hawa ini terikat tali pernikahan, keduanya kikuk dan hanya menunduk, bersalah.

Penangkapan terhadap Betri Wandi (38) dan pasangan wanitanya, Lidya Amri Novita (25) dilakukan warga yang curiga saat melihat keduanya memasuki homestay. Kecurigaan warga bermula dan gerak-gerik keduanya yang terlihat sepasangan kekasih. Wanita masih muda, sementara si pria sudah sangat dewasa.

Kamis (18/2) sekitar pukul 10.30 WIB, Wandi dan Novita, tak bisa berbuat apa-apa ketika warga dan tokoh pemuda menggerebek kamar mereka. ”Mana surat nikahnya. Silahkan menunjukkan bukti jika anda berdua adalah pasangan suami istri dan terkait kekerabatan keluarga.” Begitu kalimat yang disampaikan warga kepada pasangan kekasih ini.
Saat didesak, mereka tak bisa menunjukkan apa yang diminta warga. Akhirnya, Wandi dan Novita langsung digiring ke kantor Camat Tanjung Raya untuk menghindari amukan massa. Mereka nampak malu.

Usai diamankan di kantor camat, pasangan ini dibawa warga ke Mako Pol PP Agam. Warga ingin pasangan ilegal itu diberi hukuman dan jera melakukan perbuatan mesum.

”Warga mencurigai pasangan ini. Ternyata setelah dilakukan pengintaian untuk membuktikan kecurigaan warga, langsung dilakukan penggerebekan. Rupanya mereka tak bisa melihatkan buku nikah. Warga curiga pasangan beda usia yang cukup jauh ini sudah melakukan hubungan suami istri,” ungkap Kasat Pol PP Kabupaten Agam, Danil Devo.

Saat menjalani pemeriksaan di Mako Pol PP, pasangan kekasih ini memang tidak bisa memperlihatkan bukti kuat jika mereka adalah suami istri. ”Pasangan itu kita suruh membuat surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatan terlarang lagi. Jika tertangkap ulang, baik oleh warga maupun tokoh masyarakat mereka dipastikan diberi hukuman. Kita tak ingin maksiat merajalela di wilayah Agam,” tegas Danil Devo. (cr7)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional