Menu

Digerebek di Hotel, 4 Pasang Remaja Divonis Bayar Denda

  Dibaca : 293 kali
Digerebek di Hotel, 4 Pasang Remaja Divonis Bayar Denda
IKUTI SIDANG— Empat pasang remaja yang digerebek di hotel mengikuti sidang Tipiring di PN Payakumbuh dan dijatuhi hukuman denda.

PAYAKUMBUH, METRO
Empat pasang remaja yang digrebek tim penegak perda disalah satu Hotel dikawasan Ngalau Indah, divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh, pidana denda. Pasalnya, mereka terbukti melanggar Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang pencegahan, penindakan dan pemberantasan penyakit masyarakat dan maksiat.

Para remaja itu terbukti melanggar pasal 15 junto pasal 6 disebutkan bahwa setiap orang atau kelompok orang dilarang melakukan perzinahan dan atau perbuatan yang mengarah kepada perzinahan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP Payakumbuh selaku kuasa penuntut umum dalam sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) membuktikan kalau empat tampa ikatan perkawinan yang sah ini, melanggar Perda Nomor 12 tahun 2016.

Hakim PN Payakumbuh yang  menyidangkan dan memutuskan kasus perzinahan dan atau perbuatan yang mengarah perzinahan ini berjumlah 7 orang  untuk 8 berkas perkara. Sidang Tipiring ini dihadiri Kasatpol PP dan Damkar Devitra, Sekretaris Erizon, Kabid Penegak Perda Syafrizal serta Kuasa Pununtut Umum Penyidik dari Satpol PP Ricky Zaindra dan Syafri.

Majelis Hakim pun memvonis empat pasang remaja itu dengan denda yang beragam. Perbuatan terdakwa yang tidak terbukti berzina tapi hanya mengarah kepada perzinahan dikenakan denda Rp499.000 per orang baik untuk pihak laki-laki maupun untuk pihak perempuan dengan subsider 5 hari kurungan. Sedangkan untuk kasus yang terbukti bersalah melakukan perzinahan diputuskan dengan pidana denda yang berbeda, di antaranya ada yang Rp 1 juta dan ada yang Rp1.250.000 dengan subsider 14 hari kurungan.

“Jumat (17/7) digelar sidang Tipiring di PN Payakumbuh terkait perkara pelanggar Perda Nomor 12 tahun 2016. Dan Hakim PN Payakumbuh menjatuhkan vonis berbeda dari empat pasangan yang kita grebek disalah satu hotel di kawasan Ngalau Indah beberapa waktu lalu dengan pidana denda,” sebut Kasat Pol PP Devitra, kepada awak media akhir pekan kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Satpol PP Payakumbuh bersama Tim 7 dan Tim Kusuma Singgalang  gabungan TNI, Polri telah menggelar razia penyakit masyarakat, Jumat (10/7). Dari hasil razia itu ditemukan penyimpanan dan penjualan miras jenis tuak di kawasan Labuh Basilang dan empat pasang orang  tanpa ikatan nikah di kamar hotel  kawasan Ngalau Indah Payakumbuh.

Keempat pasang tanpa ikatan nikah tersebut rinciannya berasal dari Payakumbuh dua orang, Kabupaten Limapuluh Kota tiga orang, Kabupaten Agam satu orang, Tampan Provinsi Riau satu orang, dan Kabupaten Tanah Datar satu orang.

“Khusus untuk kasus miras jenis tuak sidang pengadilan belum bisa dilaksanakan karena terdakwa inisial NTT tanpa alasan tidak hadir dalam sidang. Direncanakan kembali dijadwalkan Jumat depan,” sebut Devitra.

Disampaikan Devitra, pelanggaran Perda Pekat dan Maksiat karena perkara kasus perzinahan di Kota Payakumbuh baru pertama kali naik sidang Februari 2020 lalu dan sekarang adalah untuk kedua kalinya. “Ini yang kedua kali naik sidang setelah Februari lalu. Kalau Perda sudah ada sejak 2003 yang lalu. Jadi ke depan kita akan bawa ke meja hijau pelanggaran Perda ini. Tujuannya, untuk memberikan efek jera kepada para pelaku yang berbuat maksiat,” sebutnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional