Menu

Digelar Serentak di 7 BDI, Kementerian Perindustrian Gelar Diklat 3 In 1

  Dibaca : 175 kali
Digelar Serentak di 7 BDI, Kementerian Perindustrian Gelar Diklat 3 In 1
BUKA—Memperin, Agus Gumiwang Kartasasmita membuka pendidikan dan latihan (Diklat) 3 in 1 serentak di tujuh Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Rabu (24/3).

PADANG, METRO
Pandemi Covid-19 tidak hanya jadi masalah kesehatan, namun juga sosial dan perekonomian masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 jatuh di minus 2,19 persen. Meski demikian bangsa dan negara ini harus tetap optimis tahun 2021 ini menjadi loncatan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, serta meningkatkan daya saing sektor industri.

Optimisme ini didukung kebijakan dan stimulus yang didesain sesuai kebutuhan pelaku usaha, implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dan pelaksanaan vaksinasi massal kepada masyarakat.

Di tengah terpaan Covid-19, sektor industri masih menjadi penyumbang PDB terbesar tahun 2020. Yaitu 19,86%. Di mana industri pengolahan nonmigas menyumbang 17,9%. “Pemerintah terus mendorong penguatan struktur industri lebih dalam dan terintegrasi. Sehingga mampu menghasilkan produk-produk dengan inovasi baru dan bernilai tambah tinggi,” ujar Menteri Perindustrian (Memperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, saat membuka pendidikan dan latihan (Diklat) 3 in 1 serentak di tujuh Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Rabu (24/3).

Pada tahun 2020, sektor industri menorehkan kinerja gemilang dari sisi nilai ekspor dan investasi. Ekspor sektor industri tahun lalu mencapai USD 131,13 miliar atau berkontribusi sebesar 80,30% dari total ekspor nasional.

Sedangkan nilai investasi sektor industri tahun 2020 sebesar Rp272,9 triliun, meningkat dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp216 triliun. Peningkatan nilai investasi akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi, melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Oleh karenanya, pemerintah terus berupaya mendorong komitmen realisasi investasi serta menarik investasi baru pada sektor manufaktur nasional,” tambahnya.

Geliat kebangkitan industri manufaktur tanah air tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Februari sebesar 50,1 atau berada di level ekspansif. Ini merupakan prestasi. Di mana selama 6 bulan berturut-turut level PMI Manufaktur Indonesia terus berada di level ekspansif.

Ke depan, kondisi ini akan terus meningkat, menyusul kebijakan baru yang diluncurkan. Seperti, pemberian insentif fiskal penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor. Kebijakan ini akan meningkatkan kepercayaan pelaku industri dan daya beli masyarakat.

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat tiga pilar utama jadi perhatian. Yaitu, investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM berkualitas. Untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” katanya.

Menyikapi arahan ini, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menyelenggarakan diklat 3 in 1 berbasis kompetensi. Diklat ini wujud nyata peran serta pemerintah menyiapkan tenaga kerja industri kompeten, sesuai kebutuhan industri. Sekaligus upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing.

Era revolusi industri 4.0 menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital. “Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri,” paparnya.

Diklat 3 in 1 ini langkah penanggulangan dampak pandemi Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah PHK di industri. Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten,m diharapkan utilitas industri kembali meningkat.

Yang istimewa dari Diklat 3 in 1 serentak kali ini, keterlibatan penyandang disabilitas sebagai calon tenaga kerja pada berbagai sektor industri di Indonesia. “Ini menunjukkan negara hadir untuk seluruh elemen masyarakat dan Kementerian Perindustrian selalu mendorong industri yang ramah bagi penyandang disabilitas” tuturnya.

Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan mengatakan, Diklat 3 in 1 hari ini sangat spesial karena dilakukan serentak oleh tujuh Balai Diklat Industri(BDI) dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di Indonesia. “Penyelenggaraan diklat 3 in 1 saat ini diikuti sebanyak 6.448 orang peserta, yang mencakup 16 provinsi dan 70 kabupaten/kota serta melibatkan 83 industri dan 32 dinas kabupaten/kota, dengan berbagai jenis diklat,” ungkapnya.

Pelaksanaan diklat 3 in 1 ini diharapkan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja di industri maupun memulai wirausaha baru. “Selain itu, juga menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan bedaya saing serta untuk menanggulangi dan membantu saudara kita yang tedampak pandemi Covid-19”, ungkapnya.

Disampaikan pula, perusahaan industri yang jadi lokasi pelatihan dipastikan telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 tahun 2020 tentang izin operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid- 19, serta persyaratan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional