Menu

Diduga Tertular ketika Umrah, Warga Pasbar Terinfeksi Virus MERS CoV Meninggal

  Dibaca : 1040 kali
Diduga Tertular ketika Umrah, Warga Pasbar Terinfeksi Virus MERS CoV Meninggal

PASBAR,METRO–Sepulang melaksanakan ibadah Umrah di Mekah, Sukri (55) yang merupakan warga Langgam Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang positif terjangkit virus Middle East Rewpiratory Syindrome Corona Virus (MERS CoV) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak Pasbar setelah sempat menjalani perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Pasbar Jon Hardi membenarkan kejadian itu. Korban meninggal dunia pada Jumat (7/2) lalu setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Pasbar. Dari hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal akibat virus Mers CoV yang sudah dideritanya sejak melaksanakan umrah.

“Korban sempat dirawat di Arab dan pulang dari Arab pada Kamis (6/2). Kemudian pada Jumat (7/2) pagi dirawat di RSUD Jambak. Saat dirawat di RSUD, petugas mencoba mengambil cairan dari tenggorokan pasien. Namun, karena Alat Pelindung Diri (APD) khusus untuk mengambil cairan itu tidak ada di RSUD maka didatangkan dari Provinsi Sumbar,” kata Jon Hardi, Selasa (12/2).

Jon Hardi menambahkan, ketika alat itu mau dikirim ke Pasaman Barat, ternyata pasien terjangkit virus MERS CoV sudah meninggal pada Jumat (7/2) siang. Ia memastikan pasien mengidap virus Mers Cov bukan virus corona berdasarkan riwayat perjalanan pasien. Pasien pulang dari Arab melaksanakan umrah bukan dari China.

“Penyebaran virus Mers Cov ini melalui unta dan pada umumnya virus ini ada di negara-negara Timur Tengah. Untuk antisipasi penyebaran virus, pihak RSUD juga telah menemui dan memeriksa 12 orang lagi yang sama-sama melaksanakan umrah bersama korban,” ungkap Jon Hardi.

Dari hasil pemeriksaan, Jon Hardi menuturkan, 12 orang itu tidak ada gejala mengidap penyakit Mers CoV. Meskipun begitu, ke-12 orang tersebut akan tetap dipantau dan diberikan pemeriksaan kesehatan selama 14 hari. Menurutnya, virus Mers CoV merupakan virus yang penularannya melalui unta di nagara Timur Tengah dan virus ini sangat mudah menular ke manusia lainnya.

“Gejala pasien yang mengidap virus Mers CoV ini di antaranya demam tinggi, batuk, sesak nafas dan pilek. Kami akan tetap pantau 12 orang lagi yang pulang dari umrah. Kita khawatir ada yang membawa virus Mers Cov ini,” sebutnya.

Dilansir dari website resmi Kementerian Kesehatan, virus MERS merupakan suatu subtipe baru dari virus corona yang belum pernah ditemukan menginfeksi manusia sebelumnya. Virus corona merupakan keluarga besar dari virus yang dapat menimbulkan kesakitan maupun kematian pada manusia dan hewan. Virus corona dapat menimbulkan kesakitan pada manusia dengan gejala ringan sampai berat seperti selesma (common cold), Sindroma Saluran Pernapasan Akut yang berat (SARS/ Severe Acute Respiratory Syndrome).

Kebanyakan pasien MERS mengalami gangguan pernafasan akut yang parah dengan gejala demam, batuk, dan sesak. Sekitar 3-4 dari 10 pasien yang dilaporkan MERS meninggal (CFR 30-40%). Virus ini diketahui pertama kali menyerang manusia di Jordan pada April 2012, namun kasus yang pertama kali dilaporkan adalah kasus yang muncul di Arab Saudi pada September 2012.

Sampai saat ini, semua kasus MERS berhubungan dengan riwayat perjalanan menuju, atau menetap, di negara-negara sekitar Semenanjung Arab. KLB MERS terbesar yang terjadi di luar Semenanjung Arab, terjadi di Republik Korea Selatan pada 2015. KLB tersebut berhubungan dengan pelaku perjalanan yang kembali dari Semenanjung Arab.

Penularan infeksi MERS dari manusia ke manusia hampir sebagian besar terjadi di layanan kesehatan karena ada melalui kontak erat dengan kasus, seperti merawat atau tinggal bersama orang yang terinfeksi. Penularan infeksi MERS dari hewan ke manusia masih belum diketahui, hingga saat ini unta cenderung menjadi reservoir utama untuk MERS, dan sumber hewan infeksi pada manusia. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai factor risiko penularan MERS dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia.

Gejala, Tanda, Masa Inkubasi MERS

Sebagian besar kasus konfirmasi MERS mengalami sindrom Saluran Pernapasan Akut yang berat dengan gejala awal yang paling sering ditemukan, demam (98%), menggigil (87%), batuk (83%), dan sesak (72%). Beberapa kasus juga mengalami gejala gastrointestinal seperti diare dan mual/muntah.

Kebanyakan kasus MERS disertai komplikasi yang parah, seperti pneumoni dan gagal ginjal. Sekitar 3-4 dari 10 pasien yang dilaporkan MERS meninggal. Sebagian besar kasus meninggal karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Beberapa kasus yang terinfeksi memiliki gejala ringan (seperti flu) atau tanpa gejala, dan mereka sembuh.

Hingga saat ini, orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (disebut juga komorbiditas) dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah lebih cenderung terinfeksi MERS, atau memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi. Kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, antara lain diabetes; kanker; penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
Masa inkubasi MERS (waktu antara saat seseorang terinfeksi MERS hingga timbul gejala) biasanya sekitar 5 atau 6 hari, namun bisa berkisar antara 2 sampai 14 hari.

Cara Penularan

Virus MERS seperti virus corona yang lain menyebar dari sekresi saluran pernafasan (droplet). Akan tetapi mekanisme penyebaran virus secara tepat belum diketahui dengan pasti.

Penularan infeksi MERS dari manusia ke manusia hampir sebagian besar terjadi di layanan kesehatan karena ada melalui kontak erat dengan kasus, seperti merawat atau tinggal bersama orang yang terinfeksi.

Penularan infeksi MERS dari hewan ke manusia masih belum diketahui, hingga saat ini unta cenderung menjadi reservoir utama untuk MERS, dan sumber hewan infeksi pada manusia. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan penyebaran lanjutan MERS di masyarakat. (end)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional