Menu

Diduga Sisa Perang Paderi, Peluru Meriam Tuanku Imam Bonjol Ditemukan

  Dibaca : 448 kali
Diduga Sisa Perang Paderi, Peluru Meriam Tuanku Imam Bonjol Ditemukan
PELURU MERIAM--Zairil, salah seorang keturunan dari Tuanku Imam Bonjol menemukan gundukan peluru meriam pada saat menggali lubang untuk pembuatan septic tank di belakang rumahnya.Selasa (7/7) .

PASAMAN, METRO
Sejumlah warga di Kenagarian Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman dihebohkan dengan penemuan benda bersejarah diduga pecahan peluru meriam yang digunakan pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol dalam melawan penjajah pada masa perang Paderi.

Informasi yang berhasil dirangkum, pecahan peluru meriam tersebut pertama kali ditemukan oleh Zairil (63), warga Pasar Hilia, Nagari Ganggo Hilia yang merupakan salah satu keturunan Tuanku Imam Bonjol. Pada Selasa (7/7) kemarin sekitar pukul 13.00 wib.

Saat itu, Zairil hendak menggali lubang untuk pembuatan septic tank di belakang rumahnya. Namun linggisnya terbentur benda keras. Setelah terus menggali, ternyata Zairil menemukan pecahan-pecahan yang diduga peluru meriam.

Menurut Arbi, salah seorang penggiat budaya, saat ini benda bersejarah tersebut masih diamankan di kediaman salah seorang keturunan pahlawan nasional tersebut dan direncanakan akan diserahkan sebagai koleksi ke Museum Tuanku Imam Bonjol di Pasaman.

Ia menegaskan, sebagai antisipasi agar benda tersebut tidak dikuasai oleh para kolektor benda-benda antik, ia bersama sejumlah penggiat lainnya sedang menggalang dana yang akan diserahkan kepada pihak penemu benda itu.

“Kami menargetkan nilai yang terkumpul bisa mencapai minimal Rp 2,5 juta sebagai pengganti uang lelah, sehingga benda-benda itu tetap aman dan bisa dijadikan salah satu koleksi di museum itu, “ ungkapnya.

Salah seorang penggiat lainnya, Rika Fitriani, meminta semua pihak terkait bisa bersuara sama dalam menjaga situs sejarah dan penemuan sisa-sisa Perang Paderi itu agar bisa menjadi pengingat dan media pembelajaran bagi generasi penerus bangsa.

“Sebagai ranah pahlawan nasional, kawasan Bonjol yang menjadi pusat pertahanan Tuanku Imam Bonjol saat memimpin peperangan melawan penjajah Belanda, hampir tidak terekspos dan nyaris luput dari perhatian,” ungkapnya.

Kapolsek Bonjol, Iptu Yenni Brando membenarkan penemuan tersebut. Dia bersama anggota Polsek Bonjol telah mendatangi lokasi. Dia memperkirakan seluruh benda yang ditemukan memiliki berat total sekitar 2 ton.

“Kita telah mendatangi lokasi dan telah memberikan laporan ke Kapolres Pasaman. Untuk sementara pecahan peluru meriam tersebut diamankan di Mapolsek Bonjol,” terangnya, Rabu (8/7).

Dia menerangkan, dari temuan itu, sebanyak 12 peluru terlihat masih utuh. Sedangkan sekitar 150 lainnya sudah menjadi pecahan atau serpihan. Namun, dia belum bisa memastikan apakah peluru utuh masih aktif.

“Kita belum bisa memastikan, apakah masih aktif. Instruksi Kapolres, untuk sementara benda-benda temuan itu diamankan dulu sampai tim berwenang datang melakukan pemeriksaan,” tegas Brando.

Seperti diketahui, Tuanku Imam Bonjol merupakan pahlawan nasional yang lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat, Indonesia, 1772. Wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotta, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864. Dia seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab. Ia putra dari pasangan Khatib Bayanuddin Shahab dan Hamatun. Khatib Bayanuddin Shahab, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional