Menu

Diduga Melawan Polisi saat Dibubarkan, 155 Massa Aksi 1812 Dekat Istana Ditangkap

  Dibaca : 681 kali
Diduga Melawan Polisi saat Dibubarkan, 155 Massa Aksi 1812 Dekat Istana Ditangkap
BUBARKAN UNJUK RASA— Polisi membubarkan pengunjuk rasa dalam Aksi 1812 ditangkap polisi karena berupaya melakukan perlawanan saat akan dibubarkan aparat pada Jumat (18/12) petang.

JAKARTA, METRO
Sebanyak 155 orang pengunjuk rasa dalam Aksi 1812 ditangkap polisi karena berupaya melakukan perlawanan saat akan dibubarkan aparat pada Jumat (18/12) petang.

Aksi yang digelar Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) yang juga diikuti massa Front Pembela Islam (FPI) dan PA 212 itu berlangsung di sekitaran Patung Kuda, tak jauh dari Istana Merdeka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ratusan itu diamankan ke Markas Polda Metro Jaya untuk didata lebih lanjut. “Data terakhir, 155 sudah kami amankan,” ungkap Yusri kepada wartawan, Jumat (18/12).

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu mengatakan jumlah peserta aksi yang diamankan kemungkinan bakal bertambah. Sebab, aparat pengamanan masih melakukan patroli dan pembubaran massa Aksi 1812 itu. “Jumlah ini masih akan bertambah,” kata Kombes Yusri.

Menurut mantan Kapolres Tanjungpinang itu, 155 orang yang diamankan tersebut langsung dilakukan rapid test. Dari 155 orang itu ada 22 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan langsung dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet.

Dengan diketahuinya ada 22 orang yang reaktif Covid-19 ini, Yusri khawatir Aksi 1812 ini akan menjadi klaster baru penularan virus Corona. “Ada 22 yang reaktif. Sekarang kami rujuk langsung ke Wisma Atlet. Ini menandakan bisa jadi klaster di kerumunan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Massa simpatisan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab akan menggelar unjuk rasa terkait penahanan Rizieq dan tewasnya 6 Laskar FPI. Kegiatan tersebut diberi nama Aksi 1812. Aksi akan dipusatkan di sekitar Istana Negara, Jakarta.

Bukan Perintah HRS
Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar angkat bicara perihal adanya aksi yang digelar Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak) NKRI, yang juga diikuti massa FPI dan PA 212 bertajuk 1812 di depan Istana Merdeka, Jumat (18/12).

Menurutnya, aksi tersebut bukan perintah Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. “Kami informasi perintah atau tidak diperintah itu tidak tahu. Akan tetapi yang jelas Habib sedang ditahan di Polda Metro Jaya. Jadi untuk memberi perintah saya rasa tidak ada,” ungkap Aziz.

Namun, Aziz yang juga merangkap sebagai Kuasa Hukum Habib Rizieq itu mengatakan aksi yang digelar oleh Anak NKRI, yang juga diikuti massa FPI dan PA 212 tersebut merupakan bentuk perlawanan atas kezaliman-kezaliman dan ketidakadikan terhadap ulama.

“Saya rasa kalau perintahnya utnuk melawan kezaliman, melawan ketidakadilan melawan kriminalisasi ulama melawan diskriminasi hukum. Perlawanannya seperti apa itu sesuai konstitusi,” katanya. Meski demikian, kata dia aksi tersebut merupakan inisiatif masyarakat umat Islam untuk menyuarakan atas semua ketidakadilan tersebut untuk segera dihentikan.

“Ia inisiatif kalau dugaan kami, ya. Inisiatif dari masyarakat umat Islam khususnya yang tidak menyetujui serta menyuarakan supaya dihentikannya seluruh ketidakadilan, kriminalisasi ulama, diskriminasi hukum dan kezaliman-kezaliman lain yang terjadi saat ini,” katanya. “Ini juga bentuk kecintaan umat Islam dan masyarakat kepada pemerintah karena masih diingatkan. Kalau sayang dan cinta dengan sesuatu pasti mengingatkan,” katanya. (mcr3/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional