Menu

Diduga Melakukan Asusila, Warga Gurun Panjang Tuntut Wali Nagari Dipecat

  Dibaca : 1355 kali
Diduga Melakukan Asusila, Warga Gurun Panjang Tuntut Wali Nagari Dipecat
UNJUK RASA—Puluhan warga Gurun Panjang mendatangi Kantor DPRD Pesisir Selatan melakukan unjuk rasa menuntut oknum Wali Nagari yang diduga melakukan asusila dipecat.

PESSEL, METRO – Puluhan warga Gurun Panjang, Kecamatan Bayang menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Pesisir Selatan, Selasa (26/11). Mereka mendatangi kantor wakil rakyat itu untuk menuntut oknum Wali Nagari yang diduga melakukan asusila dipecat dari jabatannya.

Sambil membawa kertas bertuliskan “Pecat Pimpinan Asusila”, dengan mendapatkan pengawalan dari anggota Polres Pessel dan Satpol PP dan Damkar, beberapa perwakilan pendemo melakukan orasi di halaman kantor DPRD Pessel, yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Yusrizal salah seorang perwakilan pendemo di hadapan Kepala Pemberdayaan Pengendalian Masyarakat dan Keluarga Berencana ( DPMDPPKB) Pesisir Selatan Hamdi dan Kepala Kesbangpol Pemkab Pessel Hardi Darma Putra, yang menemui pendemo mempertanyakan status kelanjutan pemeriksaan terhadap dugaan asusila dilakukan oleh salah seorang pemimpin di nagarinya.”Aksi ini adalah bentuk kepedulian sebagian masyarakat gurun panjang atas apa yang dilakukan oleh oknum walinagarinya,” tegas Yusrizal.

Dikatakan Yusrizal, bukti yang disampaikan pada tim pemeriksaan Pemkab Pessel telah disampaikan, bahkan beberapa kali juga pemeriksaan saksi-saksi telah disampaikan, namun hingga sampai saat ini belum ada kejelasan dari masalah tersebut.”Kita ingin memastikan saja, jika salah katakan salah, jika tidak salah katakan tidak salah. Karena, apa dilakukan itu membuat kegaduhan warga,” tegas Yusrizal.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala DPMDPPKB Pesisir Selatan, Hamdi mengatakan, pihaknya bersama tim telah melakukan proses atas masalah tersebut, teguran keras juga kita berikan pada oknum Wali Nnagari tersebut. Selain itu, bukti dan keterangan saksi disampaikan ke pada tim dari Pemkab Pessel adanya asusil. Namun sejauh ini tidak cukup bukti dan minimal ada dua alat bukti yang cukup untuk melalukan pemeriksaan.

“Bahkan, sampai saat ini tidak ada pihak Bamus melaporkan hal itu. Bagaimana Kita mau memperhentikan oknum Wali Nagari tersebut, jika bukti – bukti disampaikan tidak cukup.Akan tetapi, kita telah memberikan teguran keras pada oknum walinagari tersebut.,” tegasnya.

Hamdi menjelaskan, tim pengawasan desa dan nagari telah melakukan musyawarah, tinggal melengkapi tanda tangan dari tim saja, nanti kita akan sampaikan surat tertulis pada camat dan walinagari tersebut. Selain itu, pihaknya sendiri cukup sulit membuktikan oknum Wali Nagari tersebut bersalah. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional