Menu

Diduga Keterbatasan Ekonomi, Dinsos Kirim 3 Lansia ke Panti Jompo 

  Dibaca : 651 kali
Diduga Keterbatasan Ekonomi, Dinsos Kirim 3 Lansia ke Panti Jompo 
MASUK PANTI—Kasi Rehabilitasi Sosial Harmen Sabri, mendorong kursi roda lansia saat masuk ke dalam ke Panti Jompo Sabai Nan Aluih Sicincin, Jumat (15/11) lalu. (mario rossi/posmertro)

PESSEL, METRO – Diduga kurangnya perhatian keluarga serta keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga, hingga membuat 3 orang lanjut usia (lansia) terlantar. Akibatnya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Pessel, mengirim nya ke Panti Jompo  Jompo Sabai Nan Aluih Sicincin.

Kepala Dinas PPPA Pessel, Zulfian Apianto melalui Kasi Rehabilitasi Sosial, Harmen Sabri mengatakan, untuk menangani lansia yang terlantar, pihaknya melakukan kerjasama dengan Panti Jompo Sabai Nan Aluih Sicincin yang beralamat di Padang Pariaman.

“Minimnya perhatian anak dan cucu terhadap lanjut usia, juga masih ditemui di daerah ini. Agar tidak menimbulkan persoalan sosial di tengah-tengah masyarakat, sehingga bagi mereka yang ditelantarkan itu, kami antar ke Panti Jompo Sabai Nan Alui Sicincin di Padangpariaman. Ini kami lakukan agar mereka bisa menikmati sisa hidup secara wajar,” katanya.

Dijelaskanya, selama tahun 2019 ini, pihaknya sudah mengirim sebanyak tiga lansia untuk dilakukan perawatan di Panti Jompo tersebut. Langkah itu dilakukanya, sebab tiga lansia tersebut tidak mendapatkan perhatian dari keluarga.

“Ini kami lakukan karena Dinsos PPPA Pessel memiliki kerja sama dengan Panti Jompo Sabai Nan Alui tersebut, dalam melakukan penanganan dan rehabilitasi terhadap lansia yang terlantar,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa ketiga lansia yang sudah diantarkan ke Panti Jompo Sabai Nan Alui itu diantaranya, AN (73), warga Salido, SD (78), warga Bungo Pasang, dan AF (60), warga Batangkapas.

“Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sebab tahun 2018 lalu itu, Dinsos PPPA Pessel hanya mengantar 2 orang lansia ke Panti Jompo tersebut,” jelasnya lagi.

Anggota Komis IV DPRD Pessel, Yusli Mardan mengatakan kemaren (17/11) bahwa sebenarnya panti jompo merupakan pilihan terakhir bagi para lansia karena akan menyebabkan mereka merasa dibuang.

“Panti jompo itu adalah pilihan terakhir. Para lansia atau orang tua ingin dimengerti dan dihargai, pilihan tepat adalah bersama anak dan cucu-cucunya. Namun mau apa lagi, sebab mereka memang tidak lagi mendapatkan perhatian dari keluarganya. Sehingga apa yang dilakukan oleh Dinas Sosial itu sudah merupakan hal yang tepat,” ungkapnya.

Baranjak dari kondisi itu, sehingga dia berharap kepada yang masih muda-muda saat ini, agar mempersiapkan diri untuk menghadapi masa lansia.

“Saat orang tua masih muda, pikirannya mencari uang untuk masa depan anaknya. Tapi saat tua, yang dipikirkannya adalah warisan untuk anak-anaknya. Agar panti jompo tidak dijadikan sebagai pilihan di masa tua, maka kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi masa lansia itu. Namun yang lebih utama lagi bagaimana seorang anak dan cucu memiliki kesadaran bahwa merawat orang tua itu adalah kewajiban,” timpalnya. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional