Menu

Diduga Jual Gadis Dibawah Umur, Karyawan Pecel Lele Tewas Diamuk Massa

  Dibaca : 2396 kali
Diduga Jual Gadis Dibawah Umur, Karyawan Pecel Lele Tewas Diamuk Massa
TEWAS DIAMUK MASSA— Pemuda berinisial AR (24) tewas diamuk massa gara-gara dituduh menjual anak di bawah umur dan kemudian disemayamkan di rumah duka usai diautopsi.

DHARMASRAYA, METRO
Diduga menjual anak di bawah umur, AR (24), warga Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, tewas di rumah sakit usai dihajar massa di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Minggu (21/6) sekira pukul 10.00 WIB.

Wali Nagari Koto Tinggi, Andesra membenarkan AR merupakan warganya, yang diduga tewas setelah diamuk massa di Nagari Koto Ranah.

Katanya, informasi yang didapatkannya, kejadian ini berawal saat keluarga perempuan, sebut saja Bunga (nama samaran), usia 14 tahun, yang diduga dijual AR kepada salah satu kafe tempat hiburan di Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, mendapat telpon dari Bunga.

Saat itu, Bunga menangis menceritakan bahwa dia bekerja di sebuah tempat hiburan. Bunga mengaku bekerja di kafe itu karena dijual seorang pria berinisial AR. Bunga juga mengaku tak tahan, dan ingin pulang.

Pihak keluarga yang mendapat informasi itu langsung emosi. Mereka pun menjemput Bunga ke Kamang Kuning. Sesampai di kafe tersebut, pihak keluarga meminta Bunga untuk diserahkan. Namun, bos kafe meminta uang tebusan Rp 5 juta, dengan alasan dia juga mengeluarkan uang Rp 5 juta kepada AR.

Pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pelepat, Bungo sehingga uang tebusan tersebut tidak jadi dibayar. Bunga pun akhirnya bisa ikut pulang.

Wali Nagari Koto Tinggi juga mengatakan, AR diinformasikan meninggal Minggu (21/6) siang. Dia meninggal di ruamah sakit, diduga kareja di hajar massa di Nagari Koto Ranah.

“Informasinya, AR yang bekerja sebagai karyawan pecel lele di Sungai Rumbai, dijemput orang tak dikenal dengan menggunakan dua mobil mini bus. Kemudian, AR dimasukkan ke salah satu mobil lalu dibawa ke Koto Ranah,” jelasnya.

Di dalam mobil AR sempat diintrogasi beberapa orang dan dilakukan penganiayaan. Sesampai di Koto Ranah, yang menghajar AR tidak lagi beberapa orang, namun sudah massa yang datang.

AR yang tak berdaya dibawa ke rumah RSUD Sungai Rumbai sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Andesra juga mengatakan, dirinya sedang di rumah duka karena jenazah AR baru saja tiba, usai autopsi di RS Bhayangkara Padang.

Terkait kematian AR, lanjutnya, pihak keluarganya telah menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak berwajib. “Untuk informasi lebih lanjut bisa dikomfirmasi ke pihak kepolisian,” pungkas Andesra.

Terpisah, Kapolres Dharmasraya, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah saat dikomfirmasi terkait adanya kasus pengeroyokan massa tersebut menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. “ Kami masih selidiki kasus ini di lapangan,” ujar Kapolres via pesan WhatsApp.(g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional