Menu

Didoor, Komplotan Pengedar Narkoba Ditangkap

  Dibaca : 626 kali
Didoor, Komplotan Pengedar Narkoba Ditangkap
PENGEDAR DIRINGKUS— Kasatresnarkoba Iptu Desneri bersama tim meringkus tujuh orang pengedar yang hendak pesta narkoba. (ramadalius/posmetro)

PAYAKUMBUH, METRO – Tim Opsnal Satreskoba Polres Payakumbuh menggerebek rumah yang sering dijadikan tempat pesta narkoba di Jalan Flamboyan, Kelurahan Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin (18/11) sekitar pukul 22.00 WIB. Alhasil, dari penggerebekan itu, sebanyak tujuh orang pengedar dan pemakai ditangkap.

Tidak hanya menangkap tujuh pelaku berinsial DA (40), DF (33), NS (26), DP (29), RK (26), AU (34) dan AR (30), setelah dilakukan penggeledahan di dalam rumah ditemukan belasan paket sabu berbagai ukuran siap edar dan ganja kering serta timbangan digital yang biasa digunakan untuk mengukur takaran narkoba.

Penangkapan komplotan gembong narkoba itu berawal dari informasi yang didapat petugas dari warga yang resah kalau rumah di pinggir jalan yang tak jauh dari perumahan itu kerap didatangi sejumlah orang dari berbagai tempat. Rumah tersebut dihuni oleh pelaku DA (40) dan kerap menjadikan rumahnya tempat pesta narkoba.

Dari penyelidikan yang dilakukan, akhirnya Polisi melakukan penggerebekan di rumah itu. Ketujuh berada di dalam dan sekitar rumah yang kaget dengan penggerebekan itu, mencoba melarikan diri melihat kedatangan petugas. Namun, mendengar letusan senjata api membuat nyali ketujuh pelaku langsung ciut dan dengan mudah ditangkap.

Penangkapan itu mengagetkan warga sekitar dan pengendara yang melintas di jalan dekat lokasi penangkapan. Dari penggeledahan yang dilakukan terhadap ketujuh orang itu berhasil diamankan belasan paket sabu dan ganja kering.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, melalui Kasat Resnarkoba Iptu Desneri mengatakan, barang haram itu diamankan dari dalam rumah, di dalam saku celana serta di halaman rumah karena sempat dibuang oleh pelaku saat mencoba melarikan diri. Dari tujuh orang yang ditangkap itu salah satunya merupakan residivis kasus yang sama.

“Penangkapan berkat adanya laporan masyarakat. Rumah itu memang ramai kalau malam hari sehingga warga resah. Ketika kita gerebek, ada yang coba kabur, tapi dapat kita antisipasi. Saat ini kita masih lakukan pendalaman untuk mengungkap perannya. Mereka ada yang pengedar dan ada juga yang pemakai,” pungkas Iptu Desneri. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional