Menu

Didatangi Gubernur Sumbar Jelang Sahur, Sampaikan Rumahnya Bakal Dibedah, Keluarga Syafei Berlinang Air Mata

  Dibaca : 163 kali
Didatangi Gubernur Sumbar Jelang Sahur, Sampaikan Rumahnya Bakal Dibedah, Keluarga Syafei Berlinang Air Mata
DIKUNJUNGI GUBERNUR— Keluarga Syafei (46) terharu saat menerima kunjungan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan rombongan jelang sahur, Senin pagi (26/4) di rumahnya.

PASAMAN, METRO
Matanya berkaca-kaca, mulut Syafei (46) tak henti-hentinya mengucap syukur, Senin pagi (26/4). Dirinya tidak menyangka, saat akan sahur bersama keluarganya, di rumahnya di Kampung Padang Paraman Daerah, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman tiba-tiba saja datang tamu yang tidak diduga-duga.

Tamu yang datang itu adalah Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah. Bahkan, dalam kunjungan mendadak pagi buta itu, orang nomor satu di Sumbar itu juga ikut sahur bersama keluarga besar Syafei di rumah itu.

Rombongan Gubernur Sumbar datang ke rumah Syafei ingin melakukan perbaikan rumah (bedah rumah) yang sudah lama dihuninya bersama istri dan tujuh orang anaknya, beserta mertua perempuannya.

Syafei merasa tidak percaya, di tengah kegelapan pukul 03.15 WIB dini hari, dikunjungi tamu orang penting di Sumbar. Sambil mengendong anaknya yang masih kecil ia mempersilahkan Gubernur Sumbar yang akrab dipanggil “Buya” untuk masuk ke rumahnya.

“Saya sempat kaget, ada yang ketuk pintu di pagi buta ini. Alhamdulillah, ternyata Buya,” ucap Syafei sambil mempersilahkan Mahyeldi Ansharullah masuk ke rumahnya.

Melihat rumah yang dihuni Syafei, Mahyeldi Ansharullah sangat prihatin. Rumah tua semi permanen itu, memiliki tiga ruangan yang disekat memakai bahan triplek terlihat yang sudah lapuk. Belum lagi lantai sudah banyak berlobang, akibat banyaknya cor semen pecah termakan usia. “Baa kaba Syafei?, bara urang yang tinggal di siko ?,” tanya Mahyeldi Ansharullah.

“Alhamdulillah sehat Buya, kami tingga di rumah ko ada 11 orang. Saya basamo istri dan tujuah urang anak, ditambah ibu mertua jo etek,” jawab Syafei.

Kemudian Mahyeldi Ansharullah menyampaikan tujuannya untuk berkunjung ke rumah keluarga Syafei, yaitu ingin memperbaiki rumah, karena masuk dalam program bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemprov Sumbar. “Ambo datang kamari, alah mangaduah Syafei jo Amak sadang sahur. Untuk itu kami minta maaf,” ucap Buya Mahyeldi Ansharullah.

“Indak Buya, seharusnyo kami yang malu samo Buya. Rumah kami buruak lah banyak yang lapuak. Kursi indak ado tapaso Buya duduak di lantai,” sebutnya

“Kami datang kami ko, ingin perbaiki rumah ko. Lai buliah ?,” ujar Buya Mahyeldi Ansharullah lagi.

Spontan seisi rumah kaget, keluarga Syafei terharu dan bersyukur. Tanpa disadari mereka menangis tersedu-sedu mengucapkan Alhamdulillah dan berterima kasih kepada Gubernur Sumbar. “InsyaAllah dengan adanya bantuan ini, Syafei bisa memperbaiki rumah, lebih permanen dan layak huni,” harap Mahyeldi Ansharullah.

Keluarga Syafei mengaku tak menyangka, ada kunjungan Gubernur Sumbar tersebut yang bertujuan untuk menyerahkan bantuan perbaikan rumah senilai Rp25 juta. Bahkan ia sendiri merasa tidak pernah mengajukan diri untuk ikut program bedah rumah ke Pemprov Sumbar.

“Alhamdulillah, saya sangat terharu dapat kunjungan dari orang nomor satu di Sumbar. Saya betul-betul kaget dan bahagia mendapat bantuan ini. Rumah saya memang jelek dan sudah banyak yang rusak karena tidak mampu memperbaiki,” kata Syafei.

Keterbatasan ekonomi menjadikan Syafei yang memiliki pekerjaan serabut ini tidak mampu memperbaiki rumah yang sudah rusak di berbagai bagian. Bahkan, ia harus menanggung biaya kebutuhan hidup dan pendidikan empat anaknya yang duduk di bangku sekolah dan tiga anak yang masih kecil. Dengan adanya bantuan ini, Syafei merasa lega dan bahagia karena bebannya teringankan.

“Saya sangat bersyukur, dengan kehadiran Gubernur Sumbar ini, sebentar lagi rumah kami akan diperbaiki. Alhamdulillah Saya bersyukur, kalau sudah diperbaiki nanti anak-anak saya bisa lebih nyaman berada di rumah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Mahyeldi Ansharullah berharap, adanya program RTLH ini tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, melainkan juga warga desa yang ikut bergotong royong membantu proses perbaikan. Ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat guna mengurangi kemiskinan di desa tersebut.

“Bantuan Rp25 juta ini tidak lebih untuk keperluan pembelian bahan bagunan, seperti semen, papan, kayu dan lainnya. Untuk penggerjaannya dilakukan oleh masyarakat melalui koordinasi perangkat Walinagari,” ungkapnya. (fan/adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional