Menu

Dicecar 48 Pertanyaan, Kepala Inspektorat Limapuluh Kota Ditahan

  Dibaca : 1196 kali
Dicecar 48 Pertanyaan, Kepala Inspektorat Limapuluh Kota Ditahan
DIPERIKSA—Kepala Inspektorat, AZ menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polres Limapuluh Kota atas kasus dugaan korupsi dan langsung ditahan.

Terlibat Korupsi Pembangunan Rumah Transmigrasi

LIMAPULUH KOTA, METRO–Dicecar dengan 48 pertanyaan dalam pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan rumah transmigrasi tahun 2012-2013, Kepala Inspektorat Limapuluh Kota, AZ langsung ditahan Penyidik Unit Tipikor Polres Limapuluh Kota, Selasa (4/2).

AZ, yang diperiksa sejak Pagi hinga sore ini tampak mengenakan pakaian Dinas ASN dan didampingi penasehat hukum. Meski sempat istirahat siang, pemeriksaan terus dilanjutkan terhadap tersangka hingga sore hari, dan ditahan.
Tersangka AZ pada tahun 2013 sebaga itu menjabat sebaai Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Limapuluh Kota.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP Anton Luther mengatakan, tersangka AZ memang ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Sebelum Penyidik Tipikor Polres Limapuluh Kota juga telah menahan ML satu tersangka lainnya yang juga PNS dalam kasus yang sama.

“Iya, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah transmigrasi di Nagari Galuguah, Kecamatan Kapur IX, kita (penyidik) memang telah menahan dua orang tersangka. Untuk hari ini yang kita tahan adalah tersangka AZ yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial,” sebut Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP. Anton Luther, Selasa (4/2) kepada wartawan.

Mantan Kasat Reskrim Polres Batusangkar itu juga menambahkan, kedua tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan. Jika penyidik merasa perlu, maka masa penahanan itu akan diperpanjang.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, AZ telah menjalani tiga kali pemeriksaan sebagai saksi dan satu kali sebagai tersangka. “Sudah kita periksa selama 3 kali, dan satu kali sebagai tersangka,” sebut Kasat.

Penahanan terhadap Kedua tersangka, dilakukan di Rutan Mapolres Limapuluh Kota Jalan Negara Sumbar-Riau. Dan memang kasus dugaan korupsi Transmigrasi ini sudah lama bergulir. Bahkan sudah dilakukan audit oleh BPK terhadap dugaan jumlah kerugian negara dalam kegiatan itu.

Kedua oknum ASN Pemkab Limapuluh Kota yang telah ditetapkan sebagai tersangka Dan ditahan tersebut terkait langsung dalam pengelolaan pembangunan rumah transmigrasi senilai Rp3,7 Milliar tahun anggaran 2013 lalu. yang dikelola oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Limapuluh Kota.

Terkait kasus dugaan Korupsi yang melilit PNS itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Limapuluh Kota, Widya Putra mengaku pihaknya belum bisa mengambil sikap terkait dua orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Transmigrasi yang merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

Meski mengaku belum bisa mengambil sikap, apakah akan memberikan bantuan hukum atau tidak terhadap oknum ASN berinisal ML dan AZ itu, Mantan Camat di Kota Payakumbuh itu mengaku tetap prihatin dan berpesan kepada ASN lainnya untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Widya Putra juga mengatakan bahwa pihaknya juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“ Kita prihatin atas kasus yang menimpa dua orang ASN kita, namun kita tetap harus menghormati proses hukum. Terkait bantuan hukum untuk kedua oknum ASN tersebut, akan kita bicarakan dulu dengan pimpinan. Sebab kita belum bisa mengambil keputusan,” sebut Sekdakab Limapuluh Kota, Widya Putra, Kamis (30/1) lalu. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional