Menu

Dialog Penyusunan Program Pengembangan Perdagangan dan Koperasi, Mencarikan Jalan Keluar Masalah UMKM

  Dibaca : 113 kali
Dialog Penyusunan Program Pengembangan Perdagangan dan Koperasi, Mencarikan Jalan Keluar Masalah UMKM
TINJAU—Wakil Wali Kota Solok Rahmadhani meninjau Labor UPTD Metrologi Legal Kota Solok.

MEMBUKA ruang dialog untuk mendapatkan jalan keluar atas persoalan yang ada sepertinya menjadi salah satu langkah yang ditempuh Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra. Setidaknya hal tersebut terungkap ketika membuka kegiatan dialog penyusunan program pengembangan perdagangan, koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) se Kota Solok di Aula Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Solok, Senin (15/3).

Berbagai persoalan mengemungka dalam dialog tersebut. Keluhan dan harapan pun sepertinya menuntut untuk dicarikan jalan keluar. Tentu melalui berbagai kebijakan dan program yang akan dilahirkan.

Rahmadhani mengatakan, para pelaku UMKM harus segera menentukan sikap untuk selalu berbenah meningkatkan efisiensi dalam proses produksi dan manajemen usaha. Memupuk rasa kebersamaan, meningkatkan daya saing produk dan menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk kondisi kekinian sudah menjadi keharusan.

“Dengan harapan kita tidak tertinggal jauh dari daerah lain dan siap untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ujar Ramadhani.

Ditegaskan Ramadhani, kegiatan ini ditujukan untuk mendiskusikan berbagi informasi dan menyalurkan aspirasi untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kelembagaan usaha. Diharapkan melalui perencanaan program dan kegiatan pengembangan, Perdagangan, Koperasi dan UKM dan Pasar Tahun 2022 yang menyangkut 4 urusan yaitu, perdagangan, koperasi dan UKM, UPTD metrologi dan pengelolaan pasar, menjadi solusi terbaik kedepanya.

“Dialog yang kita laksanakan saat ini adalah merupakan rangkaian proses kelanjutan dari musrenbang kecamatan dan musrenbang kelurahan yang bertujuan untuk menampung dan menjaring kembali aspirasi masyarakat sebagai pelaku UMKM dan Pasar, sehingga kita lebih fokus dalam menyusun rencana kegiatan tahun 2022,” tambah Ramadhani.

Akhir dari kegiatan ini jelas diharapkan, usulan program dan kegiatan ini nantinya dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan skala usahanya. Salah satu kunci dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, adalah pembangunan berkelanjutan dalam membangun manusia dan ekonomi. Kegiatan Pembangunan Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Pasar, memang masih menghadapi berbagai permasalahan yang mendasar dalam pelaksanaannya.

Banyak kebutuhan dan keinginan dari pelaku usaha untuk menjadi lebih maju. Namun demikian, keterbatasan kemampuan pemerintah tentu juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan program atau kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Tentukanlah prioritas Program dan Kegiatan berdasarkan kebutuhan bukan keinginan, mudah-mudahan kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan segala ketersediaan pada Pemerintah Daerah,” harap Ramadhani.

Pada kesempatan itu Ramadhani didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Solok Bujang Putra, juga berkenan meninjau langsung peralatan di Labor UPTD Metrologi legal Kota Solok yang berada di lingkungan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Solok. Turut hadir, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Solok Bujang Putra, serta para pengurus organisasi dan pelaku UMKM. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional