Close

Di Usia Kota Solok ke-51, Pemko Solok Sudah Melakukan Berbagai Pembangunan

DATANGI MARKAS DAMKAR— Wali Kota Solok Zul Elfian ketika mendatangi markas komando (Mako) Damkar Kota Solok.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kota (Pemko) Solok terus mengupa­yakan melakukan pemba­ngunan dan pembenahan dalam mewujudkan kota itu agar lebih maju, diberkahi dan sejahtera.  Wali Kota Solok Zul Elfian me­ngatakan, telah banyak u­paya pembangunan yang dilakukan pemerintah Kota Solok hingga di usia yang ke-51 tahun untuk mewujudkan Kota Solok yang diberkahi, maju dan sejahtera.

“Meningkatkan pembangunan daerah butuh proses dan dilakukan secara bertahap. Alhamdulillah selama ini telah didukung dengan kualitas SDM yang semakin baik,” kata Zul Elfian, kemarin.

Dikatakan Zul Elfian, dari waktu ke waktu peme­rintah daerah terus me­ngalami peningkatan kua­litas kinerja dari setiap OPD. Lalu ia menjelaskan dalam mewujudkan impian Kota Solok yang diberkahi, pemerintah setempat telah membenahi sebanyak sem­bilan masjid yang ada di Kota Solok di periode sebelumnya, dan dilanjutkan pada periode seka­rang.

“Saya berharap de­ngan keberadaan masjid-masjid di kota yang sudah bagus dapat meningkatkan iman dan taqwa masya­rakat Kota Solok,” sebut Zul Elfian.

Sedangkan dalam me­wujudkan kota yang maju, Solok sendiri telah melakukan revitalisasi Lapangan Merdeka dan pembenahan sungai Batang Lembang yang sebelumnya tidak terkelola dan tertata dengan baik.

“Sedangkan untuk se­karang bagian kiri dan kanan sungai Batang Lembang tersebut telah bisa dilewati, pembangunan stadion olahraga. Tentunya ini tak terlepas dari bantuan pemerintah pusat,” kata Zul Elfian.

Ia juga menjelaskan bahwa di Kota Solok sudah mulai dilakukan gerakan ekonomi kreatif. Ia sangat mendukung masyarakat yang ingin berusaha de­ngan membantu modal u­saha atau membantu ma­salah produksi bahkan pemasarannya

Insya Allah kami akan memfasilitasi masyarakat yang ingin bangkit kembali, alhamdulillah dampaknya juga positif untuk Kota Solok yang mana sebelum­nya Kota Solok belum memiliki batik atau songket sekarang sudah ada batik dan songket khas Solok,” ucap Zul Elfian.

Selain itu, kata Zul Elfian, untuk mewujudkan ma­syarakat yang sejahtera, Kota Solok juga telah me­lakukan program Solok cer­das di mana wajib belajar 12 tahun. Bahkan, saat ini kata dia tidak ada di Kota Solok anak usia sekolah yang tidak bersekolah. (vko)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top