Menu

Di Tengah Pandemi Covid-19, UMKM Binaan Pertamina Tetap Eksis

  Dibaca : 393 kali
Di Tengah Pandemi Covid-19, UMKM Binaan Pertamina Tetap Eksis
BERINOVASI— UMKM binaan Pertamina terus berinovasi mengembangkan bisnis agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda.

PADANG, METRO
Dihantam pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 menyentuh 2,97 persen. Angka ini menurun dibandingkan kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen.

Turunnya pertumbuhan ekonomi ini juga berdampak pada bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Padahal menurut Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM ini membuka lapangan kerja di Indonesia sebanyak 99,7 persen pada tahun 2019. Kontribusi UMKM terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai 60,34 persen dan ekspor sebesar 14,17 persen pada tahun 2019.

Tidak menyerah pada situasi ini, tiga UMKM di Sumbar tetap eksis mengembangkan bisnis mereka. Mereka adalah Ambun Suri, Seru Advertising, serta Keripik Mami yang merupakan mitra binaan Pertamina.

Pemilik Ambun Suri, Ida Arleni, mengungkapkan bisnis kerajinan bordir dan sulam miliknya sempat mengalami penurunan selama dua bulan terakhir. Namun, ia memutar otak dengan melakukan inovasi membuat masker kain dan penjualan secara daring.

“Selama pandemi Covid-19, kondisi bisnis tetap berjalan. Alhamdulillah, pesanan masker baik partai besar ataupun partai kecil tetap ada. Insya Allah bila kondisi terus baik seperti ini, dalam waktu dekat kami akan buka cabang di pusat kota Bukittinggi,” ujar Ida.

Senada dengan Ambun Suri, Keripik Mami yang merupakan usaha kerupuk kulit di Bukittinggi juga berinovasi melalui pemasaran daring melalui aplikasi WhatsApp dan Instagram. Sementara Seru Advertising yang bergerak di bidang percetakan di Bukittinggi, juga melakukan inovasi mengincar produk kesehatan seperti cetak timbul pada masker kain.

“Kami juga mendukung UMKM Sumbar untuk tetap produktif di masa pandemi ini. Yaitu melalui Program Kemitraan Pertamina yang memberikan bantuan permodalan bergulir lunak dan pengembangan usaha. Ditujukan untuk meningkatkan kemampuan UMKM agar menjadi tangguh dan mandiri,” kata Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I.

Program Kemitraan (PK) Pertamina menyalurkan permodalan bergulir bagi Ambun Suri, Seru Advertising, serta Keripik Mami sebesar total Rp430 juta pada 27 Mei 2020. Program ini memberikan modal bergulir bagi UMKM hingga Rp200 juta, dengan masa tenor 3 tahun dan biaya administrasi tahunan hanya 3 persen.

UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina juga mendapatkan pengembangan usaha melalui pelatihan maupun promosi pemasaran. “Ambun Suri, Seru Advertising, dan Keripik Mami juga telah bersedia konversi dari menggunakan elpiji 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg. Ke depan, UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina MOR I juga akan mengikuti program konversi ini,” tambah Roby.

Konversi elpiji 3kg ke Bright Gas ini ini merupakan bagian dari program Pinky Movement. Yaitu program permodalan lunak bagi UMKM yang dikombinasikan dengan konversi dari elpiji 3 kg ke Bright Gas. “Kami berharap melalui Program Kemitraan dan Pinky Movement, semakin banyak UMKM Sumbar yang eksis dan kreatif dalam mengembangkan bisnisnya,” tutup Roby. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional