Menu

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pesantren Ramadhan Wajib Patuhi Prokes

  Dibaca : 72 kali
Di Tengah Pandemi Covid-19, Pesantren Ramadhan Wajib Patuhi Prokes
Barlius

AZIZ CHAN, METRO
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang mendukung kegiatan Pesantren Ramadhan di masjid/mushalla untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Padang pada bulan Ramadhan nanti.

Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Disdik Kota Padang, Syafrizal Syair mengungkapkan, proses pesantrennya di rumah ibadah dilaksanakan, peserta didik yang ikut tentu terawasi oleh instruktur, mentor dan panitia yang telah dibentuk Pengurus Masjid/Mushalla pada tiap-tiap kelurahan di Kota Padang.

“Efektifnya di masjid atau mushalla, sebab seluruh aktivitas anak terstruktur pelaksanaannya. Apalagi shalat yang dilakukan anak didik,” ujar Barlius, Minggu (21/2).

Ia juga mengatakan, materi tentang akhlak, hafalan surat dan praktiknya juga terimplementasi pelaksanaannya dengan nyata. Apalagi sekarang ini akibat kemajuan teknologi, banyak karakter anak menyimpang. Bila wali murid tak peka dalam hal itu bias menyebabkan anak terjerumus.

Selain itu, keterlibatan majelis guru dalam pengawasan juga terlihat penuh bila pelaksanaannya di masjid/mushalla. Guru yang ditugaskan tak sekadar ambil absen. Namun ikut memberikan pembelajaran pada anak sesuai bahan ajar yang ada.

“Guru dengan pengurus bersinergi dalam menjalankan program Pesantren Ramadhan yang telah terlaksana sejak kepemimpinan Wali Kota Fauzi Bahar. Kerja sama itu dalam rangka mewujudkan perubahan pada karakter anak serta meramaikan rumah ibadah,” ucap mantan Kepala SMP N 7 Padang ini.

Ia mengatakan, Pesantren Ramadhan mekanismenya disusun oleh Bagian Kesra Setdako Padang dan melibatkan Disdik Padang.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Kota Padang, Amriman menyebutkan rencananya Pesantren Ramadhan akan digelar tahun ini seperti yang telah dilaksanakan sebelumnya. Namun karena pandemi, Bagian Kesra Padang akan berkoordinasi dengan wali kota dan pihak terkait. Jika disetujui, pelaksanannya akan digelar.

Ia menyampaikan, pelaksanaannya nanti tentu akan menerapkan Prokes. Supaya keamanan terwujud dan klaster baru tak timbul.

“Sekolah tatap muka saja telah mulai. Pesantren bisa jadi terealisasi,” paparnya.

Anggota Komisi IV DPRD Padang, Zalmadi menyambut baik hal itu dan mengatakan efesiennya memang di rumah ibadah. Jika daring, kesulitan akan dialami. Apalagi dalam serumah hape android hanya dimiliki satu orang.

“Kita berharap proses pelaksanaannya diawasi maksimal dan sanksi guru dan anak yang tidak ikut,” ujar kader Berkarya ini. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional