Menu

Di Tengah Pandemi Covid-19, Isu Kesehatan Lain tetap Jadi Perhatian

  Dibaca : 150 kali
Di Tengah Pandemi Covid-19, Isu Kesehatan Lain tetap Jadi Perhatian
BAGIKAN MASKER— Plt Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi membagikan masker sebagai salah satu cara memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar.

PADANG, METRO
Selain fokus menangani virus corona (Covid-19), Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar tetap menjadikan pelayanan kesehatan lainnya sebagai perhatian. “Semua pelayanan kesehatan harus tetap berjalan meski saat ini menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi kemarin.

Dikatakannya, meski alokasi anggaran berkurang, namun semua program Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Kita tetap optimalkan sesuai dengan sumber daya yang ada. Karena tidak mungkin program pelayanan kesehatan lainnya harus berhenti, ketika kita fokus menangani Covid-19,” sebutnya.

Diakuinya, dari sejumlah program Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar tersebut, memang tidak semuanya didukung dengan sumber daya anggaran yang memadai. Karena kegiatan yang tidak prioritas anggarannya sudah dialihkan pada penanganan Covid-19.

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar juga fokus menangani pandemi Covid-19. Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar. Dengan tugas sebagai operasional tenaga kesehatan.

Disebutkannya, program prioritas Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar adalah penurunan angka kematian ibu (AKI). Karena angka kematian ibu masih menjadi tantangan agar tidak dapat ditekan seminimal mungkin.

Data Kemenkes, situasi saat ini secara nasional, angka kematian ibu berkisar 305 per 100.000 menurut Survei Angka Sensus(Supas) tahun 2015. Dari 14.640 total kematian ibu yang dilaporkan hanya 4.999, berarti ada 9.641 yang tidak dilaporkan ke pusat. Dari data tersebut, ada 83.447 kematian ibu di desa maupun kelurahan, sementara di Puskesmas ada 9.825 kematian ibu, dan 2.868 kematian ibu di rumah sakit.

Tempat kematian ibu yang terjadi, adalah di rumah sakit 77%, di rumah 15,6%, di perjalanan ke fasilitas pelayanan kesehatan 4,1%, di fasilitas kesehatan lainnya 2,5% dan kematian ibu di tempat lainnya sebanyak 0,8%.

Sementara itu angka kematian neonatal (AKN) 15 per 1000 KH menurut SDKI tahun 2017. Kematian neonatal di desa/kelurahan 0-1 per tahun sebanyak 83.447, di Puskesmas kematian neonatal 7-8 per tahun sebanyak 9.825, dan angka kematian neonatal di rumah sakit 18 per tahun sebanayak 2.868.

“Strategi intervensi yang diterapkannya melalui peningkatan akses pelayanan kesehatan semesta, peningkatan kualitas pelayanan pemberdayaan masyarakat dan penguatan tatakelola, yang diikuti oleh peningkatan kualitas pelayanan,”ulasnya.

Selain itu juga pencegahan sunting dan penyakit menular. Data 2019, kasus stunting di Sumbar berada di angka 30,8 persen. Angka itu cukup tinggi dari target nasional yaitu kurang dari 20 persen. Penanganan kasus stunting menjadi perhatian serius dari Pemprov Sumbar.

Percepatan pembangunan kesehatan di Sumbar ada lima isu strategis. Yakni, penurunan angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi, penurunan angka stunting, percepatan peningkatan eliminasi tuberkulosis (TB), peningkatan cakupan dan kualitas imunisasi dan percepatan penurunan Penyakit Tidak Menular (PTM). Untuk mengatasi persoalan tersebut, salah satunya dengan cara merevitalisasi posyandu, revitalisasi desa siaga, serta pembentukan pusat penanganan gizi buruk di tiap kabupaten kota. Hal itu menurut dia sebagai langkah konkret menurunkan prevalensi stunting di Sumbar.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional