Menu

Di Tengah Pandemi, 1.000 Anak Ikuti Pesantren

  Dibaca : 132 kali
Di Tengah Pandemi, 1.000 Anak Ikuti Pesantren
Ilustrasi-Pesantren Ramadhan

AIA PACAH, METRO
Ramadhan 1442 Hijriah tahun ini, sekitar 100 ribu siswa dan siswi di Kota Padang akan mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan. Pesantren diikuti siswa mulai dari tingkat SD/MIN, SMP/MTsN, mulai 18 April dan berakhir 6 Mei.

Kepala Bagian Kesra Kota Padang, Amriman mengatakan Pesantren Ramadhan telah dilaunching secara virtual. Sama dengan tahun sebelumnya, Pemko Padang kembali membantu sebesar Rp20 ribu per siswa. Sisanya, jika ingin tambahan dana, panitia bisa mencari donatur dan bantuan yang tidak memaksa kepada orangtua siswa.

“Intinya, tidak boleh ada paksaan. Kita serahkan sepenuhnya pada panitia agar pesantren berjalan lancar,” kata Amriman lagi.

Sebelumnya, jelas Amriman, pihaknya telah melakukan pembekalan kepada instruktur di semua kecamatan. Materi pembekalan yang diberikan adalah sesuai tema yakni, “Mewujudkan generasi yang sehat, taat, kuat dan beradat”.

Artinya, ada materi tentang kesehatan, pola makan yang sehat dan materi tentang adat istiadat minangkabau. Khusus untuk materi tentang adat ini, kata Amriman telah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya.

Semua instruktur, kata dia, juga akan diberi buku panduan. “Kita hanya menyediakan buku panduan,” sebut Amriman.

Dijelaskan, sesuai Instruksi Wali Kota Padang Nomor 451.084/Kesra-2021 tentang Pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1442 H/2021 M bagi Peserta Didik SD/MI dan SMP/MTs di Padang, telah diatur pelaksanaan pesantren.

Karena pelaksanaan pesantren ini masih di tengah pandemi, wakunya pun dibagi per tingkatan. Untuk siswa SMP dimulai pukul 04.30 WIB atau shalat subuh berjamaah sampai pukuo 9.30 WIB. Sedangkan SD pukul 09.45 sampai 13.00 WIB.

Selanjutnya, bagi masjid/mushalla yang melebihi kuota daya tampung jumlah peserta didik, setelah diatur jarak 1,5 meter sesuai dengan kapasitas masjid/mushalla tersebut, peserta didik pesantren Ramadhan dapat mendaftar pada masjid/mushalla lain.

Kemudian, bagi masjid/ mushalla yang jumlah santrinya telah sesuai dengan protokoler kesehatan dapat melaksanakan pesantren ramadhan secara penuh 17 hari, dan masjid/ mushalla yang peserta melebihi kuota dapat melaksanakan proses belajar secara daring/ luring.

Ia juga sampaikan bagi peserta didik SD/MI dan SMP/MTs yang tidak mengikuti pesantren tanpa  alasan yang jelas, maka pihak sekolah yang bersangkutan akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan hal-hal yang bersifat teknis akan diatur oleh Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

Bagi peserta didik SD/MI dan SMP/MTs yang tidak mengikuti Pesantren Ramadhan tanpa alasan yang jelas, maka pihak sekolah yang bersangkutan akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan hal-hal yang bersifat teknis akan diatur oleh Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

“Dengan kegiatan Pesantren Ramadhan dilakukan tatap muka tentunya perlu penerapan prokes yang ketat bagi seluruh peserta. Sehingga tidak akan terjadi klaster baru Pesantren Ramadhan nantinya,” imbau Amriman.

Tak Ada Buku Agenda Ramadhan
Tahun ini, siswa tidak mendapatkan buku agenda ramadhan untuk mencatat materi ceramah di masjid pada saat shalat tarwih. Hal ini diumunkan guru salah satu MTsN di kota Padang pada waktu menerima rapor mid semester.

“Tahun ini Pemko Padang tak menyediakan agenda ramadhan untuk siswa. Jadi untuk mencatat materi ceramah siswa bisa memakai buku isi 40 saja,” sebut salah seorang guru. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional