Menu

Di Tengah Badai Covid-19, Panen Padi di Tanahdatar Melimpah

  Dibaca : 815 kali
Di Tengah Badai Covid-19, Panen Padi di Tanahdatar Melimpah
Kadis Pertanian Yulfiardi ikut memanen hasil pertanian, di Sungayang, Kabupaten Tanahdatar.. 

Ketersediaan pangan khususnya padi di Kabupaten Tanah Datar diperkirakan cukup dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini disebabkan panen padi merata  setiap bulan.

Kadis Pertanian Yulfiardi mengatakan sesuai tugas dan fungsi Dinas Pertanian, dilakukan pendataan dan pemantauan produksi pertanian termasuk dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, Dinas Pertanian melaporkan kondisi produksi pertanian setiap minggunya ke pusat, termasuk hari ini pemantauan langsung melalui video conference dengan Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran,” kata Yulfiardi di lokasi panen padi Kelompok Tani Topi Lawik Jorong Taratak Indah Nagari Sungayang, Selasa (14/4).

 “Di Tanah Datar panennya merata setiap bulannya, tidak ada istilah panen raya, jadi keuntungannya gabah tersedia sepanjang bulan,” sampainya.

 Sebagai gambaran, Yulfiardi sampaikan sampai kondisi bulan Maret, luas panen padi  sebanyak 13.639 ha, sementara  April s/d Desember 2020 seluas 41.210 ha dan rata-rata panen per bulan 4.571 ha.  Jika dikonversi menjadi beras, ulas Yulfiardi ada surpulus 36.204,7 ton dari produksi beras Januari s/d Maret 2020 sebanyak 46.644 ton dan konsumsi 10.439 ton.

“Surplus ketersediaan beras ini yang dikirim ke daerah lain,” sampainya lagi.

 Sementara secara umum perkiraan kondisi ketersediaan 8 pangan di Tanah Datar 3 bulan mendatang, 6 komoditi kondisi surplus yaitu beras, jagung, cabe, daging sapi, daging ayam dan telur sementara bawang merah dan bawang putih neracanya minus.  “Bawang merah dan bawang putih neraca minus, masih butuh pasokan dari luar daerah,” terang Yulfiardi.

 Ketua Kelompok Topi Lawik Yulius merasa bahagia dengan masuknya masa panen padi bagi anggota kelompoknya.  “Saat ini sudah panen sekitar 7 ton dari 34 ha yang terhampar di hamparan sawah ini, Insya Allah produksinya 4,5 sampai 5 ton per hektarnya,” ucap Yulius yang memiliki anggota kelompok 74 orang yang mayoritas petani penggarap.

 Yulius berharap panen kelompoknya dapat mendukung ketersediaan pangan di Tanah Datar terutama kondisi pandemi Covid-19 ini. “Selain untuk pasokan lokal, beras di sini juga diminati dari luar daerah terutama Provinsi Riau,” tutupnya. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional