Menu

Di Balik Pesta Budaya Hoyak Tabuik 2019, Dibanjiri Pengunjung berbagai Daerah

  Dibaca : 119 kali
Di Balik Pesta Budaya Hoyak Tabuik 2019, Dibanjiri Pengunjung berbagai Daerah
RIBUAN orang pengunjung padati lokasi tabuik dibuang. (efa nurza/posmetro)

Kota Pariaman- PESONA budaya hoyak tabuik Piaman tahun 2019, Minggu kemarin, resmi berakhir. Namun, pesta hoyak tabuk kali ini dibanjiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kenapa tidak, sekitar 200 ribu orang pengunjung penuh sesak di Pantai Gandoriah tempat tabuik dibuang ke laut.

Kondisi demiian disaksikan, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Walikota Pariaman H Genius Umar dan perwakilan Kementrian pariwisata RI serta kapolda Sumbar bersama para undangan lainnya.

Artinya, pesta budaya hoyak tabuik Piaman salah satu tradisi tahunan masyarakat Pariaman memang menjadi magnet para pengunjung untuk datang melihatnya. Mereka segaja datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Baik perantau maupun non perantau berbondong datang melihat pestival hoyak tabuik 2019. bahkan tidak ketinggalan para turis juga melihat pesona budaya piaman sekali setahun itu.

Apalagi jumlah Tabuik yang di hoyak dan dibuang kelaut tersebut adalah Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang yang disandingkan terlebih dahulu di halaman panggung uatama Pantai Gandoriah.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, pesona ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat Kota Pariaman untuk menggali potensi budaya yang akan membangkitkan geliat pariwisata Kota Pariaman ke arah yang lebih baik lagi.

“Hal ini selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman, identitas dan jati diri rang Piaman seutuhnya dalam bingkai Sabiduak Sadayuang, untuk itu kita upayakan untuk dapat masuk ke dalam kalender Event Pariwisata Nasional. Selain itu, Tabuik juga kita upayakan ke UNESCO menjadi World Heritage,” kata Genius.

Genius Umar mengapresiasi kepada seluruh elemen masyarakat Kota Pariaman, niniak mamak tabuik, unsur pewaris rumah tabuik dan panitia penyelenggara.

“Tabuik di buang kelaut, kami mengucapkan terimakasih, rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Niniak Mamak tabuik, unsur pewaris rumah tabuik pasa maupun subarang, secara khusus panitia peyelenggara dan seluruh undangan yang hadir saat ini yang telah berpartisipasi bahu membahu untuk mendukung kesuksesan acara Pesona Budaya Hoyak tabuik Piaman tahun 2019 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Reza Fahlefi, mengatakan, tabuik adalah komitmen Kota Pariaman untuk mengembangan pariwisata dan budaya di Kota Pariaman. Menunjukan bahwa Kota Pariaman ada tujuan wisata.

Kementerian insyaallah akan mendukung ivent ini dalam kalender 100 ivent di kementerian. Ia berharapa agar wisata di Sumbar agar menjadi destinasi wisata unggulan di Sumbar.

Reza Fahlevi mengungkapkan sebuah perhelatan iven yang besar menunjukan bahwa komitmen Provinsi Sumatera Barat khusunya Pemko Pariaman dalam mengembangkan dan melestarikan budaya tradisi dan mengembangkan budaya wisata di Kota Pariaman.

Ini menjadi iven strategi yang efektif dalam mengembangkan dan mempromosikan selain dari stuktural dan budaya ekonomi. Dan saya minta lebih mengembangkan lagi destinasinya, apa atraksi yang harus disiapkan sehingga lebih menarik wisatawan datang ke Kota Pariaman. Tentu harus bisa mempunyai daya tarik tersendiri sehingga menjadi branding destinasi Provinsi Sumbar serta dunia.

Kemudian, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno apresiasi kepemimpinan Walikota Pariaman Genius Umar, karena gesit kinerjanya. Contohnya sejak puluhan tahun pasar pariaman tidak terawat, maka dengan tangan Walikota Genius Umar dan Wakil Walikota Mardison Mahyuddin, pasar Pariaman bisa terbangun. “Insyaallah pada tanggal 9 Oktober 2019 akan mulai dibangun,” ujarnya.

Irwan juga mengatakan, tabuik adalah budaya yang menggairahkan untuk mendatangkan wisatawan ke Pariaman. Ini adalah budaya, jangan jadikan ibadah. “Namun kita angkat budaya ini supaya perekonomian masyarakat Kota Pariaman akan meningkat,” ujarnya.

Tabuik jelasnya, merupakan sejarah dan budaya anak nagari yang harus dilestaikan hasil dari masyarakat Kota Pariaman bahkan dapat mendatangkan wisatawan dari luar, dan tabuik telah masuk menjadi agenda nasional di Kementerian Pariwisata RI. “Harus diingat jangan dijadikan tabuik sebagai ibadah, tetapi harus dijadikan semangat budaya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Alvian menyampaikan, tabuik Piaman merupakan kebudayaan yang unik, dan menjadi magnet orang untuk datang berbondong-bondong melihatnya.

Ditambah lagi jelasnya, kemeriahan pengunjung tersebut dalam perhelatan budaya pariwisata Pariaman ini guna menyaksikan secara langsung Tabuik Piaman 2019 yakni Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.

Katanta, budaya tabuik adalah budaya dari masyarakat Kota Pariaman, warisan dari leluhur ratusan tahun silam yang terus akan dilanjutkan, dipertahankan dan terus dirayakan karena ini merupakan warisan dari nenek moyang.

Tabuik menjadi bagian dari destinasi wisata Kota Pariaman, kesenian dari budaya tabuik menjadi heritage nasional. Pemko Pariaman berniat menjadikan tabuik menjadi warisan dunia yang bersifat kebudayaan yang telah berlangsung ratusan tahun sejak tahun 1825 dan telah menjadi kalender event nasional.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional