Close

Di Balik Pelantikan DPW PKDP Bali, Ajak Investor Bangun Kampung dan Kunjungi Objek Wisata

SALAM—Wako Genius Umar salaman saat pelantikan pengurus PKDP di Bali.

Laporan: Efanurza Kota Pariaman

Dalam rangka promosikan wisata Kota Pariaman ke layakan dunia, Walikota Pariaman H Genius Umar terus gencarkan hadiri pertemuan pertemuan dengan semua kalangan seluruh Indonesia maupun dunia. Semu itu dilakukan Walikota Genius Umar dalam rangka Kota Pariaman menuju Kota wisata dan perdaga­ngan.

Lihat saja dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pim­pinan Wilayah ( DPW) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Bali, Walikota Pariaman, Genius Umar ajak perantau yang ada di Bali untuk bangun kampung halaman dan kunjungan wisata daerahnya .

“Semoga Kepengurusan yang baru DPW PKDP ini, mampu berkontribusi aktif dalam mengajak para Anggota PKDP nya, untuk bersama-sama membangun Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Genius Umar, kemarin, usai pelantikan PKDP Bali, periode 2022-2027.

Genius Umar mengucapkan selamat atas pelantikan dan pengukuhan pengurus DPW PKDP Provinsi Bali terpilih, periode 2022 – 2027, dan berharap agar kepengurusan ini mampu mengayomi para perantau dalam menjalani kehidupan diperantauan.

“PKDP dibentuk bertujuan untuk memberikan peluang usaha serta sumber ekonomi bagi para perantau, selain itu juga sebagai upaya melestarikan dan menjadikan hukum budaya adat istiadat dalam kehidupan diperantauan dengan memegang falsafah adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah, serta sebagai wadah bagi para perantau untuk ikut serta membangun kampung halaman,” tukas­nya.

Genius juga mengajak pengurus PKDP yang ada di Bali, kiranya da­pat mendorong kehadiran investor untuk membangun Kota Pariaman, terutama sektor pariwisata yang telah menjadi visi pembangunan Kota Pa­riaman sejak satu dekade terakhir.

Kepada Pengurus yang baru dilantik oleh Ketua DPP PKDP, ia menekankan bahwa semuanya merupakan jabatan sosial, perlu keiikhlasan dan ketulusan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut, dalam membina masyarakat Piaman yang ada di Bali.

“Pemko Pariaman bersama ma­syarakat di ranah telah berbuat, mulai dengan pembangunan infrastruktur dari Pemrintah pusat melalui APBN maupun pembangunan dengan Non Budgeter (gotong royong). Tinggal sekarang kita menunggu tokoh-tokoh Piaman yang ada di Bali untuk dapat mendorong investasi pariwisata masuk ke Kota Pariaman”, pintanya.

Dalam kesempatan ini, lulusan S3 IPB ini juga menyampaikan beberapa pembangunan yang sudah dilaksanakan baik dalam bidang pendidikan dengan SAGA SAJA, serta mengajak untuk juga berkontribusi menjadi orang tua asuh untuk para peser­tanya nanti, maupun dalam bidang pembangunan infrastruktur pembuatan jalan non budgeter, bergotong royong bersama masyarakat.

“Kepada masyarakat Pariaman dimanapun berada, agar selalu kompak siperantauan serta satu suara dalam membangun kampung halaman. Tidak lupa kami mengundang seluruh masyarakat diperantauan untuk hadir dalam pesta budaya tabuik yang akan dilaksanakan pada awal agustus 2022 mendatang,” ung­kapnya.

Kemudian pada sisi lain Genius Umar menyatakan, berbicara tentang Pulau Bali, akan disuguhkan tentang pulau dan budayanya yang lekat, tetapi ada satu lagi yang tidak akan dilupakan wisatawan, yaitu suvenir atau oleh-oleh khas Bali.

Siapa yang tak kenal dengan Joger Pabrik Kata Kata, Oleh-oleh khas Bali satu ini, berupa kaos oblong yang mampu menarik para wisatawan untuk datang ke Bali. Meski tampilannya hanya kaos oblong saja, namun yang membuat kaos oblong ini  menarik dan dicari ialah karena kata-kata yang tercetak di kaos tersebut.  “Kata-kata yang tercantum bukan kata-kata biasa melainkan kata-kata yang berisi motivasi dan prinsip hidup. Selain kata-kata adapula gambar-gambar unik yang menarik,” katanya.

Dia sangat tertarik untuk datang dan melihat langsung oleh-oleh terbesar khas Bali ini. “Pengalaman beliau yang sukses membuat Joger sa­ngat diminati oleh wisatawan baik lokal dan mancanegara, tidak lengkap ke Bali kalau belum mempunyai kaos Joger ini,” ujar Genius Umar, kema­rin.

Joger berdiri tanggal 19 Januari 1981, oleh Joseph Theodorus Wulianadi. Kata Joger berasal dari gabu­ngan sang pemilik yakni Joseph Theodorus Wulianadi dan Mr. Gerhard Seeger. Keduanya memulai bisnis dengan berjualan macam-macam barang kerajinan seni dan juga batik, sampai sukses dengan kaos oleh oleh-oleh nya ini.

“Banyak masukan dan kiat-kiat yang kami dapatkan langsung dari Joseph Theodorus Wulianadi ini, selain mahir dalam bisnis dan marketing, juga memberdayakan masyar­akat lokal di setiap gerai Joger yang ada hanya di Bali ini,” ungkapnya.

Genius berharap agar kiat dan ide serta pelayanan prima yang dilakukan di Joger ini, dapat ditiru nantinya bagi pengusaha dan UKM lokal yang ada di Kota Pariaman.  “Kami mengucapkan Terima kasih atas sambutan yang hangat dan diselingi dengan canda tawa dengan jajaran Joger Bali ini, semoga hubungan silaturahmi ini dapat terus kita jaga, dalam mendu­kung usaha lokal berjaya di tanah sendiri,” ujarnya mengakhiri.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top