Menu

Di Balik Kunjungan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiago Uno, Promosikan Batik Sampan ke Dunia Internasional

  Dibaca : 167 kali
Di Balik Kunjungan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiago Uno, Promosikan Batik Sampan ke Dunia Internasional
TINJAU POTENSI— Wako Genius Umar, Menteri Sandiaga Uno dan wawako saat tinjau petensi wisata di Desa Tungkal Selatan.

Kepiawaian Wali Kota Pariaman H Genius Umar dan Wawako Mardison Mahyuddin dalam mendatangan pejabat pusat dari Wakil Presiden sampai tingkat menteri telah terbukti. Semua itu dilakukan pasangan kepala daerah Kota Pariaman untuk kemajuan daerahnya dalam segala bidang pembangunan. Setelah Wapres bersama rombongan meninjau dan resmikan Pasar rakyat Kota Pariaman, sekarang Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif H Sadiaga Salahuddin Uno yang didatangan Wali Kota Pariaman.

Meski waktu sang mentri mempet, namun sang menteri tetap sempatkan mengunjungi Kota Pariaman dalam rangak tinjau desa wisata di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara.

Kenapa tidak saat itu, Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Uno dan anggota DPR RI komisi IV, Andre Rosiade yang datang ke Kota Pariaman.

Saat itu mentri langsung dikalungi syal batik sampan oleh Walikota Pariaman H Genius Umar, tentang batik sanpan ciri khas Kota Pariaman dalam pengembangan ekonomi kreatif.

“Batik sampan merupakan salah satu batik yang diproduksi oleh warga Kota Pariaman. Perkembangan batik sampan sampai saat ini masih mengalami kemajuan. Ini dibuktikan dengan semakin banyaknya pesanan baik dari dalam maupun luar daerah Pariaman,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Saat menerima syal batik sampan , Sandiaga Uno bersama rombongan sangat terlihat senang dan bahkan saat mengunjungi Desa Wisata (Dewi) di Desa Tungkal Selatan Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman menyempatkan diri menyaksikan dan mempelajari pembuatan motif batik sampan dilokasi tersebut.

“Semoga saja dengan keyakinan dan usaha yang kuat, pengusaha batik sampan di Kota Pariaman bisa lebih berkarya dengan menciptakan model – model lainnya namun tidak meninggalkan ciri khas dari batik sampan tersebut sehingga mempunyai pelanggan yang jauh lebih banyak, “ ujar Menparekraf RI Sandiaga Uno saat itu.

Seperti diketahui, batik sampan yang diproduksi pengrajin batik di Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman terus mengalami perkembangan. Selain permintaan yang terus meningkat, jumlah tenaga kerja yang diserap pun bertambah. Pemerintah Kota Pariaman terus memberikan bimbingan dan pelatihan untuk masyarakat Kota Pariaman yang ingin mempelajari pembuatan batik sampan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakata itu sendiri.

Sebelumnya, Mentri juga melihat langsung potensi desa wisata Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara.

Kedatangan rombongan Bang Sandi disambut hangat dengan tari pasambahan dan gandang tambua tasa yang disuguhkan Wako Pariaman Genius Umar didampingi Wawako Mardison Mahyuddin di gerbang masuk lokasi wisata Desa Tungkal.

Dalam sambutannya Menparekraf, Sandiaga Uno menyampaikan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan 11 kepala daerah yang ada dalam Provinsi Sumbar dan rakor di tingkat menteri yang membahas “Spice Of The World” yang bertujuan untuk lebih memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.

Sejenak, sewaktu memberikan sambutan, Bang Sandi pun sempat mengenang saat-saat ia mengikuti kejuaran Pariaman Internasional Triathlon tahun 2019 silam yang kala itu ia berenang bersama Wako Genius Umar dalam kejuaran bertaraf Internasional tersebut. “Alhamdulillah, beberapa event Kota Pariaman telah masuk dalam kelender event Pariwisata Nasional, seperti Tabuik dan Triathlon, hal ini mampu membantu promosi wisata daerah ke tingkat nasional dan internasional nantinya, “ jelasnya.

Sandiaga berencana mengembangkan beberapa objek wisata Sumatera Barat dimana hal ini merupakan bentuk kerja samanya public private partnership sehingga tidak memberatkan APBD, APBN. Tapi menggunakan dana investor dari badan usaha. Selanjutnya Mentri memamerkan produk hasil bumdes yang dikelolanya saat kunjungannya di Desa Wisata Tungkal Selatan.

Sementara Direktur BUMDes Tungkal Saiyo, Mustimal Oyon mengatakan bahwa BUMDes Tungkal Saiyo berdiri pada akhir tahun 2018. “Namun, pada awal tahun 2019, kami mulai bergerak dibidang alat tulis kantor, gelas sablon dan gas elpiji,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020, kami dibantu oleh Kemendes berupa uang sebesar Rp. 50 juta. Dari bantuan yang diberikan Kemendes tersebut, kami langsung mengembangkan dibidang songket dan pakaian pengantin. “Hal ini dikembangkan karena pengrajinnya banyak didaerah Desa Tungkal Selatan. Maka dari itu, kami bergerak dibidang tersebut, agar dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Mustimal Oyon juga menjelaskan untuk alat tulis kantor, gelas sablon dan gas elpiji cukup mengalami perkembangan. Namun dibidang songket dan pakaian pengantin pada tahun 2020 sudah masuk pandemi Covid-19 langsung mengalami penurunan dan tidak berkembang. “Untuk sablon gelas kami juga menerima pesanan dengan desain suka-suka maupun foto selfie dengan tarif sebesar Rp. 40.000 sampai dengan Rp 50.000, ini semua termasuk gelasnya sesuai dengan tingkat fotonya,” ujarnya.

“Alhamdulillah, untuk sablon gelas mengalami peningkatan. Karena banyak dari kalangan masyarakat baik dari Kota Pariaman maupun dari luar Kota Pariaman yang memesan sebagai souvenir pesta pernikahan dan cendramata. Semua pendapatan yang didapat dari penjualan tersebut dikelola langsung oleh bumdes dan keuntungannya terus dikembangkan agar bumdes lebih maju dan berkembang dan sebagai laporan ke Desa Tungkal Selatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa Desa Tungkal Selatan juga ditunjang dengan alamnya dengan memiliki Agro Wisata dan langsung membangunnya pada akhir tahun 2019, mulai dari sepeda gantung, flying fox sampai balon udara yang juga dikelola oleh BUMDes Tungkal Saiyo. “Wahana Agro Wisata tersebut, sekarang ini banyak dikunjungi oleh wisatawan terutama generasi milenial. Untuk tiket masuk balon udara sebesar Rp. 5.000/orang dan untuk sepeda gantung sebesar Rp. 10.000/orang,” jelasnya.

“Alhamdulilah, dari Provinsi Sumatera Barat kami mendapat penghargaan tempat wisata yang terbaik. Kedepannya kami juga berharap Karena Desa Wisata Tungkal Selatan masih mempunyai tiga buah wahana, dengan kedatangan Menparekraf ke Kota Pariaman khususnya ke Desa Wisata Tungkal Selatan dapat membantu dan menambah wahana lagi agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tandasnya mengakhiri.(***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional