Menu

Dharmasraya Rusuh, Komnas HAM Turun Lapangan

  Dibaca : 1458 kali
Dharmasraya Rusuh, Komnas HAM Turun Lapangan
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf.
Demo Dharmasraya - web

Jasad penambang yang dibawa ke Rumah Dinas Pj Bupati Dharmasraya yang diduga tewas karena pembakaran tambang.

DHARMASRAYA, METRO–Kepala Kantor Komnas Ham.Perwakilan Sumbar Sultanul Arifan, mengatakan, pihaknya memang sudah mendapatkan informasi terkait kejadian itu. “Dari pemberitaan yang ada di koran, memang ada kelalalian, namun itu kan baru informasi, untuk itu kita akan cari fakta dan kebenaran apa yang terjadi di sana,” katanya.

Komnas HAM sesegera mungkin memberangkatkan tim ke lokasi kejadian, untuk memantau, mencari informasi, dan menyelidiki apakah benar ada kelalalian atau tidak. “Kita akan terus melaporkan ke pimpinan kita, jika memang ada kelalaian kita akan relomendasikan kepada pihak terkait  dan bahkan hingga ke Pengadilan, Untuk menegakkan hukum tidak dengan melanggar hukum,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Sumbar, Ali Asmar angkat bicara terkait permasalahan ini. Menurutnya, permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan tuntas. Sehingga, jelas siapa yang akan bertanggungjawab atas kejadian ini yang mengakibatkan kematian. Kemudian, permasalahan tersebut juga harus dituntaskan pula terkait izin pertambangan di kawasan itu.

“Memang saya sudah mendengar informasi terkait permasalahan ini. Namun, untuk lebih jelasnya, kita harus kaji permasalahannya terlebih dahulu. Sehingga, jelas apa penyebab permasalahan ini,” sebut Ali Asmar saat dihubungi, Selasa (27/10).

Meksi demikian, dia menyarankan untuk penyelesaian permasalahan ini dengan pelan-pelan. Tidak perlu terburu-buru dalam permasalahan ini. Karena, saat ini permasalah masih memanas. Sehingga, tidak akan efektif dalam penyelesaian. Sekarang katanya, bagaimana caranya untuk bisa menenangkan suasana terlebih dahulu. “Setelah kondisi sudah mulai tenang, baru kita selesaikan permasalahannya dengan tuntas. Baik itu terkait dengan korban jiwa, maupun tentang legalitas pertambangan di sana,” sebut Ali Asmar.

Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muh Iwan Mahardan menyebut, turunnya brimo hanya untuk menenangkan suasana. Nantinya, Brimob dibagi dalam menjaga empat lokasi. Masing-masing, Polres Dharmasraya, Polsek Pulau Punjung, Kantor Bupati dan Rumah Dinas Bupati. ”Kita akan terus melakukan pengamanan untuk menjaga situasi Dharmasraya yang kondusif, untuk korban meninggal telah dikebumikan dan korban luka masih dalam perawatan trim Medis,” ujarnya. (hen/da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional