Menu

Dewan Baru Bahas APBD-P di Hotel Berbintang, Najmuddin M Rasul: Itu Pemborosan!

  Dibaca : 74 kali
Dewan Baru Bahas APBD-P di Hotel Berbintang, Najmuddin M Rasul: Itu Pemborosan!
Ilustrasi

SAWAHAN, METRO – Dengan alasan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang tak mampu menampung seluruh OPD dan pejabat setempat. Hal tersebut membuat rapat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah – Perubahan (APBD-P) Kota Padang 2019 pun berpindah ke hotel bintang tiga, yakni, Hotel Rocky Padang selama empat hari, 18-21 September 2019.

Kasubag Humas, Protokol dan Publikasi Sekretariat DPRD Kota Padang, Elfauzi saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (19/9) mengatakan, karena gedung dewan tidak mampu menampung semua komisi, serta para OPD dengan terpaksa rapat pembahasan APBD-Perubahan berpindah untuk sementara waktu ini.

“Dalam pembahasan itu dibentuk empat komisi, sementara ruangan kita hanya ada tiga dan itu pun tidak representatif untuk mengundang OPD yang hadir. Jadi makanya dipindahkan ke hotel,” kata Elfauzi.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Arnedi Yarmen. Bahwa pembahasan APBD-Perubahan 2019 tersebut dilakukan di Hotel Rocky Padang dengan alasan ruangan di DPRD tidak mampu mengakomodir para pejabat dan sejumlah OPD yang hadir pada rapat itu.

“Karena ruangan yang ada di DPRD tidak dapat menampung para tamu hadir sehingga rapat dipindahkan ke hotel,” kata Politisi PKS itu.

Pemborosan Anggaran

Menanggapi kondisi itu, Pengamat Komunikasi dan Politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Najmuddin M Rasul mengkritisi sikap para anggota dewan yang memilih rapat di hotel mewah untuk membahas APBD-Perubahan. Menurut dia, ini pemborosan anggaran, karena pembiayaan kegiatan jika ditotal seluruhnya tentu tidak sedikit.

Pada hal; seperti diketahui pada priode anggota dewan sebelum-sebelumnya, pembahasan anggaran dengan melibatkan OPD, bisa di lakukan di gedung DPRD Kota Padang.

“Mestinya anggota dewan bisa memanfaatkan gedung dewan dalam pembahasan. Kalau rapatnya di hotel justru terlihat kurang efektif dan efesien serta terlihat pemborosan anggaran,” kata Najmuddin.

Najmuddin mengkhawatirkan pola rapat seperti ini akan menjadi kebiasaan dan dampaknya tidak baik. Rapat di Gedung DPRD, menurut dia, akan lebih efektif dan efesien. Jika seperti ini bisa jadi tahun depannya setiap pembahasan akan dipindahkan ke hotel berbintang. Akibatnya, semakin besar pemborosan anggarannya.

Begitu pula kata Pengamat Politik dari Unand, Edi Indrizal. Bahwasanya rapat pembahasan APBD-Perubahan yang dilakukan oleh DPRD Kota Padang hanya sebuah kegiatan pemborosan anggaran. Hal tersebut hanyalah sebuah modus yang digunakan untuk menghabiskan anggaran daerah.

“Akan lebih baik rapat dilakukan di gedung dewan saja. Sehingga tidak terjadi tindakan pemborosan anggaran oleh DPRD Kota Padang,” ujar Edi Indrizal. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional