Menu

Deteksi Setiap Aktivitas di Hutan Nagari, KKI dan LPHN Pasang Guardian

  Dibaca : 187 kali
Deteksi Setiap Aktivitas di Hutan Nagari, KKI dan LPHN Pasang Guardian
PENGUATAN--Workshop penguatan tata kelola perlindungan dan pengamanan hutan berbasis teknologi artifisial intelegent (guardian)di Pangeran Beach Hotel Padang.

PADANG, METRO
Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) dan Pemerintah Nagari memasang alat Guardian di sejumlah kawasan hutan nagari di Sumatra Barat (Sumbar).

“Guardian merupakan alat sensor akustik, mendeteksi dan merekam aktivitas suara berupa suara binatang, mesin gergaji, truk pengangkut, suara tembakan, dan mengirimkannya melalui notifikasi atau pemberitahuan ke dalam ponsel tim Patroli, sehingga memudahkan ketika pemeriksaan langsung,”ujar Manajer Program KKI Warsi Rainal Daus, Kamis (16/7) dalam kegiatan workshop

“Penguatan tata kelola perlindungan dan pengamanan hutan berbasis teknologi artifisial intelegent (guardian)” yang dilaksanakan di Pangeran Beach Hotel Padang.

Menurut Rainal, sistem operasi Guardian, telah membantu dan memudahkan tim Patroli Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) di enam nagari yakni, Pakan Rabaa Timur Solok Selatan (Solsel), Pakan Rabaa Pasir Talang Timur Solsel, Jorong Simancuang Nagari Alam Pauh Duo Solsel, Sumpur Kudus Sijunjung.

Selain itu, pada sisi lain pemantauan berbasis Guardian di wilayah hutan nagari disadari juga menciptakan tantangan baru, terutama menyangkut kapabilitas tim Patroli dalam melakukan penindakan atas temuan lapangan.

“Lalu mengembangkan mekanisme kordinasi dengan Polisi Kehutanan dan penegak hukum, serta kurangnya sarana dan infrastruktur serta sumber daya manusia tim Patroli LPHN yang terbatas untuk melakukan patroli bersama,”sebutnya.

Untuk itu lanjutnya, penting kiranya membangun sinergitas terpadu antara komunitas LPHN, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Dinas Kehutanan Sumatra Barat, masyarakat sipil, dalam rangka mengoptimalkan perlindungan dan pengamanan hutan ke depannya.

Alat Guardian ini, juga salah satu jawaban atas keterbatasan SDM tersebut. Melalui Guardian ini,  penguatan tata kelola perlindungan dan pengamanan hutan bisa terwujud dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi Usama Putra yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, merawat hutan tidak hanya tugas dari pemerintah saja, melainkan tugas semua elemen.

Menurutnya, Rainforest connection atau alat sensor pendeteksi ini merupakan hal baik bagi Sumbar, terutama dalam memantau aktivitas dalam hutan nagari. Katanya, Silungkang mampu mengatasi hal tersebut karena kekuatan adat.

“Wilayah itu saat ini bisa menjadi media percontohan bagi daerah lainnya dalam pemasangan rainforest connection, dan kita akan rancang untuk pemasangan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar,” kata Yozarwardi Usama Putra.

“Memang ini masih upaya tapi membutuhkan komitmen disamping adanya alat bantu tersebut, dan kita upayakan dipasangkan 10 unit di area KPH. Selanjutnya dari hasil pertemuan ini kita upayakan ada evaluasi per bulan, agar ada kebijakan-kebijakan di lapangan yang dapat diambil,” ungkapnya.

Pengawasan hutan serta pemanfaatan secara baik dan benar dapat mengurangi angka kemiskinan. Salah satunya melalui pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), ekowisata, dan jasa lingkungan, termasuk program Perhutanan Sosial. Tentunya perlu kebersamaan mewajibkan masyarakat pemegang hak kelola untuk senantiasa melindungi dan mengamankan areal wilayah hak kelola mereka.

Diberikannya izin hak kelola Perhutanan Sosial, komunitas masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan peran serta keterlibatannya secara aktif untuk berakselerasi dalam rangka menjaga dan melindungi wilayah kelola. Serta mengingat ancaman perambahan hutan dan perburuan satwa tidak saja berpotensi terjadi di luar areal wiayah kelola masyarakat melainkan di areal Perhutanan Sosial itu sendiri. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional