Menu

Desember, Hujan Sedang Landa Sumbar Waspadai Bencana Banjir dan Longsor

  Dibaca : 213 kali
Desember, Hujan Sedang Landa Sumbar Waspadai Bencana Banjir dan Longsor

SUDIRMAN, METRO – Sejak beberapa hari terakhir cuaca Kota Padang dan sebagian wilayah Sumbar cukup ekstrem. Disaat cuaca sedang panas, tiba-tiba saja berubah hujan. Hujan deras kerap terjadi mulai dari siang hingga malam hari.

Badan Meterologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) memperkirakan, hujan sedang akan melanda wilayah Sumbar selama November-Desember 2018. Curah hujan diprediksi diantara 100-300 mm atau berskala menengah. Kondisi akan berubah pada awal hingga pertengahan 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, Jumat (30/11) saat dihubungi. Ia mengatakan, hujan berintensitas tinggi dan panjang diprediksi terjadi saat peralihan ke musim kemarau pada pertengahan 2019.

“Pada saat peralihan ke musim kemarau, suhu udara pada malam dan pagi hari terasa lebih dingin. Pada siang hari akan terasa panas dan terik,” tutur Yudha.

Yudha menyebutkan, sejumlah daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat intensitas hujan yang sedang hingga lebat adalah Kepulauan Mentawai, Padang, Pesisir Selatan, Padangpariaman bagian barat dan utara, Agam di Maninjau, Lubuk Basung, serta Malalak dan wilayah di sekitarnya.

Selain itu, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan untuk wilayah Pasaman Barat, Padangpanjang, Tanahdatar bagian utara, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Talang, Arosuko, Sawahlunto, Sijunjung, dan Payakumbuh.

BMKG merinci, bahwa suhu udara rata-rata yang menyelimuti Sumbar berada di rentang 17 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan udara di rentang 75-98 persen. Kecepatan angin yang berhembus dari barat laut ke timur sekitar 18 kilometer per jam.

“Oleh sebab itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaanya terhadap potensi bencana hidro meteorologi adalah puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan, banjir, dan longsor,” imbau Yudha.

Sementara untuk wilayah perairan Sumbar terang Yudha, potensi gelombang bisa menyentuh ketinggian 2,25 hingga 2,5 meter di daerah Samudra Hindia, sebelah barat Kepulauan Mentawai hingga Samudra Hindia bagian barat Bengkulu. BMKG selalu memberikan perkembangan terkini mengenai perkiraan cuaca baik di darat atau di laut.

Menyikapi prakiraan dimaksud, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur mengimbau, masyarakat agar mewaspadai bencana longsor dan banjir. Warga yang tinggal berdekatan dengan aliran sungai diminta siapsiaga jika hujan lebat terjadi satu hari penuh tanpa henti, karena berpeluang menyebabkan banjir.

Rumainur menambahkan, begitupula bagi yang tinggal di daerah perbukitan untuk selalu waspada, karena longsor bisa datang sewaktu-waktu. “Kalau hujan tidak berhenti satu hari, sering-sering tenggok aliran di sungai. Kalau Nampak meluap, segerakan mengungsi. Begitu pula yang tinggal di daerah bukit,” harap Rumainur.

Rumainur juga mengimbau petugas kebencanaan di kabupaten/kota agar menyiagakan personel serta peralatan penanggulangan darurat. “Perahu karet harus selalu disiapkan. Begitu juga dengan alat berat,” pintanya. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional