Close

Desain Fase VII Pasar Raya Padang Dibuat Bagonjong, Syahendri: Seluruh Pedagang Diberi Hak Penempatan Toko

PASAR RAYA, METRO–Desain Fase VII Pasar Raya Padang ternyata seperti rumah gadang (rumah adat Minang). Hal ini disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal masyarakat Kota Padang.

“Tim Pemko juga telah melakukan konsultasi dengan stakeholder terkait peruntukan, bentuk dan desain gedung Pasar Raya Fase VII yang disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal Kota Padang,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Syahendri Barkah, kemarin.

Syahendri Barkah me­nga­takan Pemerintah Kota Padang telah menyusun DED pembangunan Pasar Raya Fase VII. Revitalisasi Pasar Raya ini berkat bantuan dana dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Anggarannya di­perkirakan mencapai Rp127 miliar untuk membangun gedung tiga lantai disertai satu semi basemen.

Jika dilihat maketnya, gedung bekas Matahari lama itu lebih besar. Gedung lebih menjorok ke depan. Sedangkan atap bergonjong di bagian de­pan dan samping kiri serta kanan.

Syahendri Barkah menambahkan, nantinya seluruh pedagang Fase VII yang ada saat ini akan diberikan hak penempatan toko.

“Di samping itu kita ju­ga membuatkan tempat bagi pedagang kaki lima (PKL). Sehingga pada saat bangunan ini selesai nan­ti­nya para pedagang Fase VII dan PKL akan diberikan tempat serta diberikan Surat Penunjukan Pemanfaatan sebagai bukti pemakaian kekayaan daerah,” tuntasnya.

Untuk diketahui, sejak gempa 2009 lalu, Pasar Raya Padang Fase I sampai VII mengalami kerusakan bangunan yang cukup berat dan masih belum diperbaiki hingga saat ini.

Meski demikian, pedagang di sana masih tetap berjualan namun dengan kondisi yang sangat miris, pengap dan kalau hujan atapnya pun ada yang bocor. Padahal sebelum gempa, kawasan pusat perdagangan yang sempat menjadi primadona ini sering ramai dikunjungi pembeli.

Seperti diketahui, sampai saat ini hanya baru gedung Pasar Raya Blok I, Blok II, Blok III dan Blok IV yang sudah selesai dibangun yang bersumber tidak saja dari APBD Kota Pa­dang namun juga didukung APBN.

Sedangkan, Pasar Raya Fase I sampai VII masih be­lum dilakukan revitalisasi dan hal ini disebabkan oleh keterbatasan APBD Kota Padang. Hal itu  se­tidak­nya mengakibatkan berkurangnya animo ma­sya­rakat berbelanja di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu kita terus berupaya mencari solusi agar dapat merevitalisasi bangunan Pasar Raya fase I sampai VII ini. Termasuk meminta dukungan dana kepada Pemerintah Pusat yang difasilitasi Anggota DPR RI,” ungkap Wali Kota Padang Hendri Septa baru-baru ini.

Ibarat gayung bersambut, Hendri Septa mengaku bersyukur atas segala upaya yang dilakukan fase VII akhirnya bakal direvitalisasi berkat bantuan dana DED dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Anggarannya diper­ki­rakan mencapai sebesar Rp127 miliar untuk membangun gedung tiga lantai disertai satu semi basement.

“Ini merupakan penantian panjang dan angin segar khususnya bagi pedagang yang berjualan di Fase VII. Semoga dengan itu wajah Pasar Raya akan berubah di masa datang. Begitu juga pedagang akan menempati bangunan tem­pat berjualan yang lebih representatif, tertata dan nyaman,” tambahnya.

“Semoga selesainya pembangunan gedung fa­se VII ini akan kembali men­jadikan Pasar Raya Padang sebagai pusat perdagangan yang berdaya saing dan berkelas dunia. Mari kita bersama-sama membantu mewujudkan impian ini,” pungkas wako. (ade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top